Tanggapi Adanya Penolakan, Wakil Bupati Mimika : Syarat Mengajar Guru Harus Divaksin

by -
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob

“Salah satu kelompok sasaran yang menjadi prioritas kami untuk segera divaksin yaitu kelompok guru-guru karena untuk mengantisipasi dimulainya kembali PTM pada tahun ajaran baru. Tapi sayangnya ada beberapa guru yang menolak. Padahal salah satu kriteria untuk menggelar sekolah tatap muka, yaitu guru-guru dipastikan sudah divaksin,” katanya.

Ia juga mengimbau warga tidak terpengaruh berbagai isu dan hoaks yang banyak bertebaran di media sosial soal dampak negatif vaksinasi COVID-19.

“Vaksin Sinovac tidak ada hubungannya dengan angka 666 atau ‘chip’ dan lain-lain. Vaksin yang kami pakai adalah virus asli yang sudah mati dan disuntik kembali untuk merangsang kekebalan tubuh,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Papua Christian Sohilait menyebut 22.000 sampai 23.000 guru yang bertugas di 29 kabupaten/kota di Provinsi Papua diprioritaskan mendapatkan vaksin COVID-19.

“Kami harus memastikan sebanyak 22.000-23.000 guru kami yang ada di setiap kabupaten dan kota harus sudah divaksin sebelum pelaksanaan PTM di sekolah dimulai pada Bulan Juli mendatang. Ini sangat penting,” katanya.

BACA JUGA:  WHO Masih Memproses Vaksin Sputnik V Rusia

Disdik Papua memperkirakan mulai Juli mendatang akan ada 600.000 siswa di Papua yang akan mengikuti PTM di sekolah. Mereka tersebar di 2.000 sekolah tingkat SD, 600 SMP, 238 SMA, dan 198 SMK serta sembilan SLB.

Ia menyebut Papua siap menyelenggarakan PTM mulai tahun ajaran baru mendatang sebagaimana keputusan bersama empat menteri, beberapa waktu lalu.

Di Papua, katanya, tidak semua daerah merupakan zona merah penularan COVID-19. Dari 29 kabupaten/kota di Papua, hanya enam daerah yang merupakan zona merah penularan COVID-19, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Mimika, Kabupaten Jayapura, Merauke, Biak, dan Wamena.(ant)
 

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.