Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Kasus Covid di Merauke Terus Meningkat, Bupati Mbaraka Nilai Masyarakat Belum Taat Prokes

Bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka MT
Bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka MTFoto / PAPUA
Redaksi3 menit baca0 kali dibaca

Merauke, fajarpapua.com – Kasus Covid-19 di Kabupaten Merauke tak jua berangsur menurun. Lonjakan kenaikan pasien yang terpapar Virus Corona ini cukup drastis dalam beberapa pekan belakangan. Bahkan sudah menembus angka 300an pasien positif terinfeksi.
Data yang dihimpun fajarpapua.com dari situs resmi Satgas Covid-19 Kabupaten Merauke hingga hari ini, Rabu (7/7) tercatat 395 orang pasien positif terinfeksi, 15 orang suspek, 248 terkontak berat, 6 pasien selesai isolasi dan 4 orang meninggal dunia.


Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT menilai masyarakat di Kabupaten Merauke tidak serius mentaati aturan protokol kesehatan ((Prokes) Covid-19 sebagaimana yang dianjurkan oleh pemerintah pusat maupun daerah dengan menerapkan ‘3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak). Sebagian masih menyepelekan Prokes Covid-19 dan menganggap diri kebal terhadap virus karena merasa sudah menerima vaksinasi.
“Kalian semua, jangan bilang karena kita sudah vaksin jadi kita sudah kebal dan tidak lagi mentaati protokol kesehatan. Itu salah! Bukan itu maksudnya. Vaksin itu untuk menambah imun dalam tubuh seseorang.


“Jadi kalau kita covid lagi biar sudah divaksin, berarti kita belum taat aturan. Bukan berarti kita sudah vaksin, jadi kita seenaknya, itu yang keliru. Jangan anggap sepele,” tegas Bupati Mbaraka saat memberikan arahan kepada Panitia Sub PB PON Merauke di GOR Hiad Sai Jl. Prajurit.
Bupati Mbaraka sangat menyayangkan adanya anggapan sebagian masyarakat Merauke bahwa penyebaran Covid-19 bukan untuk orang Papua. Anggapan tersebut menurutnya sangat tidak rasional dan tidak memiliki dasar keilmuan.


“Jangan pikir bahwa Covid ini bukan untuk orang Papua. Yang namanya virus penyakit, mau kamu orang Papua, orang Jawa, Maluku, Aceh dan sebagainya, dia tidak kenal. Virus ini akan serang siapa saja, tak pandang bulu. Apalagi dengan kita yang tidak taat aturan kesehatan. Jadi sebaiknya buang anggapan itu, mari kita taati aturan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” ajak Mbaraka.


Bupati memastikan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro sesuai instruksi pemerintah pusat untuk mengatasi lonjakan kasus Covid di Merauke ini, termasuk pembatasan kegiatan penerbangan, jumlah penumpang pesawat, kegiatan di rumah-rumah ibadat dan fasilitas umum lainnya, yang menimbulkan kerumunan massa.


“Memang kita tidak lakukan Lockdown, tapi pembatasan kegiatan masyarakat, termasuk rumah-rumah ibadah dan fasilitas umum lainnya. Frekuensi penerbangan dan jumlah penumpang kita kurangi. Satu minggu hanya dua kali penerbangan dan penumpang kita kurangi hanya 50 orang, tapi untuk barang tidak agar ekonomi tetap jalan.
Pelaku perjalanan, lanjutnya, wajib dilakukan tes swab antigen dan PCR. Setiap perjalanan dari luar daerah wajib diuji antigen, karena dari pengalamannya di luar pihaknya melihat ada antigen yang tidak berasal dari pihak yang resmi menangani itu.


“Penumpang yang datang wajib menunjukkan bukti PCR, swab antigen yang legal dari rumah sakit. Karena banyak kejadian bukti swab dan PCR bisa ditembak atau dibeli. Saya tidak percaya dengan bukti antigen yang disodorkan pelaku perjalanan dari luar karena ada pengalaman saya waktu di luar daerah antigen itu bisa di dapatkan bukan dari sumber resmi,” ungkapnya.
Kebijakan penerapan tes swab antigen juga akan diberlakukan di institusi-institusi pemerintahan, tempat-tempat ibadah dan juga di fasilitas-fasilitas umum lainnya. (hrs)