Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Rektor Unmus Terpilih Siap Merombak Birokrasi dan Tata Kelola Informasi di Kampus

Rektor Unmus terpilih berpose bersama mahasiswa
Rektor Unmus terpilih berpose bersama mahasiswaFoto / PAPUA
Redaksi5 menit baca1 kali dibaca


Merauke, fajarpapua.com – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (Stisipol) Yalenka Maro Merauke, Dr. Drs. Beatus Tambaip, MA akhirnya terpilih menjadi Rektor Universitas Negeri Musamus Merauke dalam pemilihan yang berlangsung di Ruang Rapat Soter Nautje Gedung Rektorat Kampus Unmus, Rabu (14/7).


Pemilihan yang berlangsung dua (2) putaran itu, Doktor Beatus hanya unggul satu (1) suara dari Dr. Maria V.I Herdjiono, M.Si dengan perolehan 11suara pemilih. Sementara Doktor Maria mengantongi 10 suara dari 21 suara yang menggunakan hak suara (14 suara Senat Unmus dan 7 suara dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi RI).


Di hadapan para awak media, Doktor Beatus Tambaip menyatakan siap mendorong percepatan capaian prestasi civitas akademika melalui penataan birokrasi dan manajemen tata kelola dunia perguruan tinggi untuk membentuk sumber daya manusia generasi muda Papua yang memiliki kapabilitas intelektual, integritas dan kompetensi keilmuan serta mampu bersaing dengan lembaga pendidikan tinggi lainnya dalam skala nasional maupun internasional.


“Hasil pemilihan hari ini adalah gambaran bahwa ternyata saya yang berasal dari luar Kampus Unmus bisa diterima secara baik. Ini menjadi tantangan bagi saya dengan perolehan suara yang bersaing ketat ini, yakni 11 dan 10 suara pemilih. Bahwa dengan modal sosial yang sudah ada di Unmus sejak awal pendirian yang dibangun oleh pendahulu Mendiang Philipus Betaubun, kami akan lanjutkan apa yang sudah dicapai.


“Sesuai dengan pesan dari pihak kementerian bahwa bagaimana Unmus ini kita bisa dorong (lari secepatnya) bukan saja mencapai prestasi secara nasional tetapi kalau bisa di tingkat internasional. Capaian itu menjadi tantangan saya sebagai orang dari luar kampus bahwa saya harus belajar banyak meraih capaian prestasi terutama berkoordinasi dengan pihak kementerian.


“Saya harus meyakinkan mereka bahwa sebagai orang luar, saya datang kesini bukan saja untuk mengemban, tetapi apa yang sudah dicapai harus kita dorong supaya dia lari sangat kencang. Bahkan saya secara pribadi bertekat bahwa dalam masa kepemimpinan saya, Unmus harus dijadikan yang terbaik sebagai lembaga pendidikan tinggi baik tata kelolanya dan birokrasi. Peningkatan yang sudah kita dorong lebih cepat, sehingga menunjukkan kepemimpinan saya bukan mengalami kemunduran tapi sebuah kemajuan,” ungkap Doktor Beatus dalam jumpa Pers usai pemilihan.


Disinggung soal lembaga pendidikan tinggi Universitas Musamus yang dinilai kurang terbuka dan transparan selama 18 tahun di era kepemimpinan terdahulu dalam hal informasi kepada publik, yakni membatasi media massa untuk melakukan peliputan di dunia kampus, Beatus Tambaip menyatakan siap membawa perubahan di lembaga itu. Bahwa sebagai rektor, Beatus akan membuka kran informasi seluas-luasnya yang dinilai tertutup untuk publik, dan tidak membatasi akses wartawan untuk melakukan tugas-tugas jurnalistik di dunia kampus.
“Kita akan membuka kran informasi kepada masyarakat seluas-luasnya. Sebagaimana pengelaman di Uncen, kita di sana kan ada humas. Jadi nanti kita bisa buat media center. Kegiatan-kegiatan yang terjadi di Unmus bisa kita dokumentasikan dan publikasikan. Itu juga menjadi kumpulan komponen untuk akreditasi lembaga pendidikan ini. Semua aktivitas yang dilakukan di universitas baik akademik maupun non akademik akan kita buat dalam bentuk buletin.


“Menyangkut dengan kebijakan-kebijakan pembangunan yang mungkin membutuhkan kontribusi kepakaran, ya silahkan. Kepakaran yang sesuai dengan isu-isu pembangunan dan dipertanggungjawabkan pada akademisi sendiri. Selama ini dianggap bahwa Unmus memang saya lihat mungkin sedikit tertutup. Kedepan kita akan punya buletin sendiri dan itu kita atur dengan SK Rektor. Kita siapkan orang-orang untuk mereka produksi apa yang kita lakukan di sini. Karena itu bentuk dari akuntabilitas kita di Unmus,” kata Beatus.
Dia mengakui bahwa saat ini lembaga tinggi di hadapkan dengan era keterbukaan informasi publik. Kampus sebagai lembaga publik tidak boleh membatasi kebebasan Pers dan tugas-tugas jurnalistik untuk mendapatkan informasi kampus yang akan disampaikan kepada publik atau masyarakat luas.


“Kalau membatasi akses wartawan masuk ke kampus, itu salah. Kita sih tidak masalah dan akan terbuka saja. Kita berada di era keterbukaan dan akan welcome saja kepada wartawan. Tapi kan begini, kita juga bisa memilih isu-isu yang harus disampaikan. Kalau isu yang menyangkut kebijakan, datang saja ketemu dengan rektor. Namun, kalau isu-isu yang menyangkut kepakaran misalnya soal lingkungan, tentu teman-teman yang membidangi lingkungan yang berbicara.


“Jadi, jangan lantas semua yang ditabrak. Kita juga harus mengerti, kita punya disiplin ilmu. Misalnya berbicara soal kebijakan publik tentu saya dan Pa Edo yang punya kapasitas untuk berbicara. Nanti kita pilah-pilahkan mana yang menjadi konsumsi universitas itu rektor yang berbicara. Kalau isu-isu yang terkait politik jika kita belum bisa tampil untuk berbicara secara pribadi sebagai akademisi, nah untuk mewakili lembaga kan konferensi pers juga bisa. Tapi kita lihat universitas berbicara dalam hal apa, supaya tidak rancu,” tegasnya.


Dalam kesempatan itu, Doktor Beatus Tambaip memberikan apresiasinya kepada segenap Civitas Akademika Universitas Negeri Musamus Merauke yang telah memfasilitasi perhelatan pesta demokrasi di dunia kampus itu melalui mekanisme tahapan panjang, sehingga menghasilkan pemimpin baru yang terpilih secara jujur dan demokratis. Menurut Beatus Tambaip, dirinya terpilih menjadi Rektor Unmus tentu tidak terlepas dari campur tangan Tuhan dan leluhur di tanah ini serta dukungan seluruh elemen baik pemerintah daerah, media massa dan masyarakat luas.


“Puji syukur kepada Tuhan atas penyelenggaraan-Nya, sehingga ajang pemilihan rektor ini bisa berjalan lancar sesuai harapan kita semua. Saya berterima kasih kepada pemerintah daerah, seluruh masyarakat, rekan-rekan wartawan dan segenap civitas akademika Unmus (panitia dan senat), yang mungkin selama ini agak terganggu dalam proses yang panjang. Pemilihan Rektor Unmus hari ini mencapai puncaknya dan kita sudah melihat hasilnya, karena itu semua berkat campur tangan Tuhan.


“Kepada panitia pemilihan, saya berterima kasih karena selalu berkomunikasi dengan saya. Mengingat, saya tinggal di Jayapura, komunikasi itu sangat membantu, sehingga dalam tahapan proses saya dapat menyiapkan segala persyaratan dan memenuhi syarat. Kepada civitas akademika dan senat saya ucapkan terima kasih yang telah menerima saya dan hasil hari ini menjadi gambaran ternyata saya dari luar bisa secara baik di Kampus Unmus,” pungkasnya. (hrs)