Menolak Dinyatakan Covid-19, Keluarga Ambil Paksa Jenazah Korban Laka dari Rumah Sakit

by -
Jenazah digotong dari dalam RSAL
Jenazah digotong dari dalam RSAL

Merauke, fajarpapua.com – Aksi pengambilan paksa jenazah dari rumah sakit kembali terjadi di kota Merauke. Setelah beberapa bulan lalu, pernah terjadi RSUD Merauke. Kali ini, aksi serupa kembali terjadi di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Merauke sekitar pukul 13.00 WIT, Selasa (27/7).


Sekelompok besar masyarakat yang berdomisili di belakang Pasar Wamanggu mendatangi RSAL Merauke di Jalan Trikora, setelah mendengar bahwa anggota keluarga mereka berinisial J meninggal dunia dan oleh pihak rumah sakit dinyatakan positif terpapar Covid-19.


Informasi yang dihimpun fajarpapua.com di lapangan, menyebutkan, sekelompok masyarakat yang mengklaim sebagai keluarga korban ini sempat meminta kepada pihak RSAL untuk membawa pulang jenazah. Oleh karena tidak diperbolehkan oleh pihak rumah sakit, massa yang berjumlah ratusan itu, terpaksa merangsek masuk ke dalam ruangan IGD dan menggotong keluar jenazah.


Meski sempat bersitegang dengan petugas, mereka akhirnya mengambil paksa jenazah dari ruang IGD RSAL dan menolak untuk dimakamkan oleh petugas sesuai dengan tata cara atau protap pemakaman jenazah Covid-19. Selanjutnya, dengan berjalan kaki mereka berarak menuju rumah keluarga. Setelah sampai di jalan raya, Ambulance RSUD Merauke pun datang dan mengangkut jenazah itu ke rumah keluarga.


Salah satu anggota keluarga, Anwar Nur kepada wartawan menuturkan, sebelumnya korban mengalami kecelakaan tunggal di sekitar Tugu Libra Merauke tepatnya di depan Masjid Raya Al-Aqsa sekitar pukul 22.00 WIT (jam 10.00 WIT) malam, Senin (27/7). Korban kemudian dilarikan ke RSAL untuk dirawat.


“Tadi malam sekitar jam 10.00 WIT, korban mengalami kecelakaan tunggal di sekitar Libra. Petugas dari Satuan Lalu Lintas yang menolong dan membawa ke rumah sakit. Setelah dirawat dari semalam dan jam 12.30 WIT anggota keluarga kami ini menghembuskan nafas terakhir. Sehingga kami keluarga dari pagi hingga saat ini berkumpul di rumah sakit Angkatan Laut menengok anggota keluarga kami, sekaligus membawa pulang jenazahnya,” tutur Anwar kepada wartawan di halaman RSAL Merauke.

BACA JUGA:  Kasus Curanmor di Merauke Kian Menjadi-Jadi, Pemilik Sepeda Motor Diminta Waspada


Menurut Anwar, saat keluarga meminta untuk membawa pulang jenazah, pihak medis petugas RSAL tidak memperbolehkan dengan alasan yang bersangkutan telah positif Covid-19. Padahal, dari pengamatan keluarga penanganan pasien selama di rumah sakit tidak dilakukan dengan tata cara Covid, namun setelah meninggal dinyatakan positif dan dimakamkan secara Covid-19.

9cdd7066 df96 4299 acad 9c7185110dee
Jenazah digotong keluar dari dalam RSAL Merauke


“Kami masih bersitegang untuk membawa pulang jenazah keluarga kami, karena yang kami tahu itu adalah kecelakaan lalu lintas. Korban sama sekali tidak pernah ada riwayat yang berkaitan dengan virus Corona.
“Sekitar 10 hari lalu almarhum ini di-swab dan negatif hasilnya, karena pekerjaan almarhum ini kan di kapal. Jadi setiap mau naik kapal di-swab, sehingga 10 hari lalu itu hasilnya negatif. Jadi keluarga tetap mempertahankan untuk membawa pulang jenazah. Kalau pun tidak diizinkan, kami ikut saja, yang penting petugas medis bisa membuktikan,” tegas Anwar.


Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Merauke, dr. Nevile Muskita sangat menyayangkan keputusan dari pihak keluarga yang mengambil paksa jenazah tersebut. Menurutnya, petugas medis hanya menjalankan tugas sesuai dengan protap dan prosedur.

“Kita tidak punya maksud apa-apa. Kita ini kan hanya menjalankan prosedur untuk kepentingan semua. Kalau masyarakat tidak memahami, ya susah. Karena ini bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi semuanya. Dengan pengambilan paksa ini, apa daya kita. Saya sudah telepon pihak kepolisian, nanti selanjutnya itu urusan kepolisian,” tandas dr. Nevile. (hrs)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.