Nduga, fajarpapua.com - Bupati Kabupaten Nduga, Wentius Nimiangge mengingatkan kepala desa wilayah itu agar benar-benar memanfaatkan dana desa untuk kesejahteraan masyarakat.
Sebagaimana liputan langsung fajarpapua.com Biro Nduga, pernyataan Bupati Wentius disampaikan pada kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan
RT, RW, PKK, Posyandu, LPM, Karang Taruna, Lembaga Adat Kampung dan Masyarakat Hukum Adat, serta Sustainable Development Goals atau disingkat SDGs Desa.
Selain Bupati, kegiatan tersebut dihadiri Sekda Kabupaten Nduga.
Dalam sambutannya Bupati Nduga menekankan adanya kerjasama antara instansi pemerintah, pihak pendamping, tenaga ahli Kabupaten serta kepala kampung.
Ia menyampaikan penyaluran dana desa harus menyentuh kepentingan masyarakat sesuai amanat dan aturan yang ada.
"Kalau selama ini banyak terjadi masalah dan miskomunikasi antara dinas PMK, kepala distrik dan kepala kampung maka ditahun 2021 ini harus lebih baik. Berat sama dipukul ringan sama dijinjing," pesannya.
Sementara Kepala Dinas PMK, Machla Gwijangge SSTP dalam sambutannya mengemukakan, pengelolaan dan penyaluran dana desa sudah merujuk pada peraturan dan perundang- undangan yang berlaku.
"Kita semua harus mengikuti juknis yang sudah ada dan perlu diketahui bahwa ada perbedaan antara DD dan anggaran dana desa.
Dana desa adalah dana yg bersumber dari APBN. Dana desa bukan uang kepala kampung namun DD digunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan kemajuan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
Sedangkan anggaran dana desa atau ADD adalah anggaran yang bersumber dari APBD. Rujukan penggunaan ADD sudah sangat jelas untuk membiayai seluruh aktifitas berjalannya roda pemerintahan di kampung atau desa misalnya operasional desa dan honor aparat kampung atau desa," pungkasnya.
Lanjut dia, dalam sosialisasi ini dijelaskan apa itu SDGS Desa yakni upaya terpadu mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, Desa ekonomi tumbuh merata, Desa peduli kesehatan, Desa peduli lingkungan, Desa peduli pendidikan, Desa ramah perempuan, Desa berjejaring, dan Desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian.
Para kepala kampung didepan Bupati dan Sekda berharap Pemda menambah uang honor dan menyelenggarakan pelatihan kepada kepala desa se-kabupaten Nduga yang dilaksanakan diluar daerah agar mendorong kemajuan Kabupaten Nduga.
"Kami butuh penambahan honor, penambahan dana operasional karena kami ini yang selalu hadapi masalah di lapangan, kami ini yang bertemu langsung dengan masyarakat dan kami yang punya masyarakat dan wilayah," tutur seorang perwakilan kepala kampung.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas DPMK Machla Gwijangge menyatakan usulan para kepala kampung sangat luar biasa dan perlu ada perhatian dari Pemda Nduga.
"Karena ketika operasional desa ditambah maka secara otomatis semua aktifitas desa harus sudah dijalankan oleh masing-masing kepala kampung dan aparat sesuai tugas pokok dan fungsi," pungkasnya.
Ditanya tentang manfaat lembaga lembaga yang sudah dan akan dibentuk yaitu Posyandu, LMD, Karang Taruna dan PKK, Machla mengatakan lembaga-lembaga tersebut sangat bermanfaat untuk mendukung kemajuan dan tata kelolah pemerintahan di kampung.
"Lembaga-lembaga tersebut dibentuk atas keputusan kepala kampung masa jabatan organisasi dan lembaga lembaga tersebut selama 5 tahun dan bisa diganti pengurus baru sesuai dengan musyawarah," katanya.(edo)

