Sumpah Panglima Kodam Kasuari di Lokasi 4 Anggota TNI Tewas Dibantai, Kemanapun Mereka Sembunyi….

by -
Rombongan Panglima Kodam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa meninjau langsung tempat kejadian perkara di pos persiapan Koramil kampung Kisor Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Sabtu (4/9)
Rombongan Panglima Kodam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa meninjau langsung tempat kejadian perkara di pos persiapan Koramil kampung Kisor Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Sabtu (4/9)

Manokwari, fajarpapua.com – Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayor Jenderal I Nyoman Cantiasa meninjau tempat kejadian perkara (TKP) pos persiapan Koramil kampung Kisor Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Sabtu.

Peninjauan langsung di lokasi bersama Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Kapolda Papua Barat Irjen Tornagogo Sihombing dan Bupati Maybrat Bernard Sagrim, guna mendapatkan informasi lengkap situasi kampung Kisor pasca-penyerangan Kelompok Separatis Teroris (KST) yang menewaskan empat anggota TNI AD.

Dari tempat kejadian perkara, Pangdam I Nyoman Cantiasa menegaskan, bahwa Papua Barat tetap utuh dalam NKRI, tidak ada tempat bagi kelompok yang berseberangan ideologi di provinsi ini.

Mantan Danjen Kopassus ini dengan tegas mengatakan, bagi KST pelaku penyerangan pos yang menewaskan empat prajurit TNI tidak akan lolos dari kejaran tim gabungan bersama Rayder Yonif 726 VYS.

“Sampai dimana KST bersembunyi, tetap akan kami kejar dan tangkap. Apapun kondisi mereka, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang sangat keji ini,” tukas Panglima.

Panglima mengakui, komunikasi sosial anggota TNI bersama masyarakat lokal kampung Kisor sudah terbina dengan baik, bahkan kehadiran TNI untuk membantu melaksanakan pembangunan.

BACA JUGA:  Mendagri: Papua anggaran terbesar nomor delapan di seluruh Indonesia

“Masyarakat lokal di kampung Kisor wilayah Distrik Aifat Selatan, bantu kami dengan melapor jika mengetahui lokasi pelarian, atau bertemu orang yang mencurigakan. Kami beri jaminan keamanan penuh kepada masyarakat,” kata Panglima.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan keamanan dan kedamaian yang sudah terbina di wilayah ini tidak boleh diganggu dengan kepentingan kelompok yang bertentangan dengan hukum.

Gubernur mengatakan bahwa Pemerintah provinsi Papua Barat mendukung penuh langkah TNI/Polri dalam upaya pengejaran untuk menangkap kelompok bersenjata yang sudah berbuat tak manusiawi di Bumi Kasuari yang penuh kedamaian ini.

“Provinsi ini harus dibangun atas dasar keamanan, jangan lagi ada gangguan keamanan di wilayah Papua Barat. Kami dukung upaya aparat penegak hukum untuk mengejar dan menangkap para pelaku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Gubernur Dominggus.(ant)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.