Lebih Berbahaya dari Ganja,Tembakau Gorila Sudah Masuk Timika, Wabup: Kita Tidak Boleh Masa Bodoh

by -
Johannes Rettob Wakil Bupati Mimika
Johannes Rettob Wakil Bupati Mimika

Timika, fajarpapua.com – Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob sangat prihatin dengan masuknya Tembakau Gorila atau tembakau sintetis ke Timika.

Selain berbahaya, masuknya Tembakau yang sudah dimasukan kedalam salahsatu jenis Narkotika dan zat aditif (Napza) yang dilarang ini semakin menimbulkan masalah sosial terutama bagi kalangan remaja.

“Yang menjadi persoalan sekarang banyaknya anak karton dan aibon yang harus ditangani dan harus diberdayakan. Selain itu, sekarang sudah beredar rokok tembakau sintetis yang dicampur dengan bahan kimia yang sudah sangat banyak di Timika dan dikonsumsi anak-anak,” ujar Wabup JR saat membuka sosialisasi pencegahan kekerasan yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2-KB) Kabupaten Mimika, Kamis (9/9).

Menurut Wabup JR, permasalahan tersebut menjadi tugas semua pihak baik pemerintah, penegak hukum dan terutama masyarakat untuk menyikapinya.

“Ini tugas kita semua. Jangan kita masa bodoh. Saya harap kita kerja pakai hati. Jangan hanya kerja kalau ada uang. Saya sudah bicara dengan BNN untuk tangkap yang pasok (tembakau sintetis-Red) ke Timika. Ini dua kali bahaya dari ganja. Jangan sampai generasi Papua jadi hancur karena ketidak pedulian kita,” terangnya.

Yang lebih memprihatinkan lanjut Wabup JR, kebanyakan anak-anak yang mengkonsumsi barang tersebut adalah anak asli Papua.

BACA JUGA:  Waduh !!! Tanam Narkoba di Kebun, Berkas Dua Tersangka Masuk Kejaksaan Negeri Timika

“Maka tugas kita semua harus bersama-sama membantu mereka merehabilitasi dan menangani persoalan ini,” jelasnya.

Wabup JR juga berharap, kedepannya Mimika harus punya klinik psikis untuk dapat membantu anak-anak terutama korban Napza.

“Anak-anak ini kan generasi masa depan, jangan biarkan mereka rusak, kita harus peduli. Orang Papua ini sudah sedikit jadi jangan sampai dimusnahkan lagi oleh barang-barang itu,” katanya.

Selain itu Wabup JR juga menyoroti adanya korban kekerasan terhadap anak akibat dari perceraian ataupun masalah yang lain yang tidak mendapat perlakuan yang baik dari fasilitas kesehatan.

“Kita ini mau ambil visum, tapi kenapa di rumah sakit itu harus dibawa kesana-kemari, seharusnya itu langsung tangani cepat,” ujarnya.

Wabup JR kembali menegaskan, sosialisasi pencegahan kekerasan adalah kegiatan penting yang wajib dihadiri oleh semua pihak terutama para pemangku kepentingan di Kabupaten Mimika.

“Ini urusan wajib, ini penting, dan harus dihadiri semua pihak lingkup daerah. Karena kita semua harus bersama-sama membantu dari Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati untuk menyelesaikan tugas tugas yang tersisa 3 tahun,” ujarnya. (feb)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.