Pengendara Tewas, Djayanti Dipalang, Puluhan Truk Terjebak di Jalan Trans Nabire, Satu Unit Dibakar Warga

by -
Massa memalang jalan dan membakar truk. Tampak TNI dan Polisi sedang bernegosiasi dengan keluarga korban.
Massa memalang jalan dan membakar truk. Tampak TNI dan Polisi sedang bernegosiasi dengan keluarga korban. Gambar atas : korban Alince J yang sedang tergeletak.

Timika, fajarpapua.com – Puluhan truk pengangkut material galian C beserta sopirnya sejak Jumat (24/9) siang hingga malam ini terjebak di Jalan Trans Nabire, Distrik Kuala Kencana.

Hal ini terjadi karena warga melakukan pemalangan di perempatan Jalan Djayanti yang menjadi akses satu-satunya untuk keluar dari lokasi tersebut.

Dari data yang dihimpun fajarpapua.com menyebutkan, aksi pemalangan tersebut dipicu oleh kematian salah satu warga Kampung Djayanti, Alince J., yang diduga tewas terjatuh dari sepeda motor.

Dimana menurut warga, setelah terjatuh sepeda motornya diserempet oleh truk pengangkut material.

Warga serta keluarga korban marah karena truk yang menyerempet sepeda motor korban langsung melarikan diri dan tidak menolong.

Melihat kejadian ini, warga berupaya menolong korban namun nyawanya tidak bisa diselamatkan

Hal ini membuat warga dan keluarga korban marah dan memalang perempatan Jalan Djayanti serta melarang seluruh kendaraan keluar.

Bahkan kabarnya, ada satu unit kendaraan truk PA 9728 MA yang memaksa keluar dari lokasi pemalangan dirusak dan dibakar warga dan keluarga korban.

Hingga malam ini, warga dan keluarga korban masih melakukan pemalangan dan mereka bersikukuh tidak akan membuka palang jika pelaku dan truk yang menyerempet korban belum ditemukan.

Akibat aksi pemalangan tersebut, hingga malam ini puluhan supir truk dan kendaraannya terjebak di Jalan Trans Nabire.

Bahkan saat ini sejumlah sopir yang diketahui juga ada yang membawa serta keluarganya juga ikut terjebak dan dalam keadaan kelaparan karena tidak makan sejak siang.

Salah seorang warga bernama Yudhi dalam informasinya yang disampaikan melalui WhatsApp Group Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu mengaku masih banyak sopir yang terjebak

“Ini masih banyak truk di dalam mas tlg di info teman” sopir yg masih di iwaka suruh jln kaki aja mas nanti klo sudah dekat palang bisa hubungin saya mas siapa tau perlu bantuan,” tulisnya.

Yudhi juga membenarkan warga dan keluarga korban melarang kendaraan keluar dari lokasi dan mengancam akan merusak kendaraan yang melintas.

“Untuk saat ini jln Trans Nabire perempatan Djayanti masih dipalang pihak korban dihimbau yang bawa truk diharap disimpan dulu jgn dibawa keluar klo dibwa kluar ancamannya mau dibakar demikian infonya,” lanjutnya.

Hingga berita ini dimuat, pihak Polres Mimika dan TNI masih berupaya bernegosiasi dengan warga dan keluarga korban untuk membuka palang.

Kapolsek Kuala Kencana Iptu Sera saat dikonfirmasi fajarpapua.com, Jumat malam mengaku masih bernegosiasi dengan pihak keluarga korban. “Masih, kami masih negosiasi,” ujarnya singkat.(mas/red)

INDONESIA BASKETBAL FESTIVAL - MIMIKA SERIES