BERITA UTAMAGEBYAR PON PAPUA

Baru Tiba di Timika, Atlet PON XX Papua Asal NTT Target Rebut Emas di Cabang Atletik

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
9
×

Baru Tiba di Timika, Atlet PON XX Papua Asal NTT Target Rebut Emas di Cabang Atletik

Share this article
Peserta asal NTT saat tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika, disambut tarian Jai Bajawa. Foto: (HumasPPM/Antonius Juma)
Peserta asal NTT saat tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika, disambut tarian Jai Bajawa. Foto: (HumasPPM/Antonius Juma)

Timika, fajarpapua.com – Apriana Paijo atlet asal Pronvisi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang turun di Cabor atletik putri 3000 meter steeple chase (lari halangan rintangan) bersama rekannya menargetkan merebut emas dalam laga bergengsi PON XX Papua tahun 2021.

Lomba ini berlangsung di Venue Atletik Mimika Sport Center (MMSC) di Kelurahan Timika Jaya, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika pada tanggal 5 -14 Oktober mendatang.

Ads

Target ini disampaikan Apriliana Paijo saat ditemui media di sela-sela penjemputan Kontingen PON NTT di Terminal Bandara Mozes Kilangin Timika, Sabtu (2/10).

Apriana mengaku persiapan menghadapi PON ini sudah sejak dua tahun lalu yang sebenarnya dilaksanakan tahun 2020. Namun karena adanya pandemi Covid-19 terpaksa baru dilaksanakan tahun ini.

“Kami sudah siap 100 persen untuk bertanding. Karena selama pandemi kami tetap latih seperti biasa,” tuturnya.

Mengenai persiapan, kata dia, sudah sangat matang. Semua atlet mengikuti semua instruksi yang disampaikan pelatih Oliva Sadi.

Ia menyebutkan atlet yang ikut dalam cabang olahraga atletik selain dirinya ada Nofriana Taunus di nomor 3000 meter steeple chase dan Ustan Wuli kategori putra. Berikut, nomor 3000 meter lari arah rintangan, 5000 meter, 10 ribu, marathon, 1.500 meter, estafet, 800 meter serta 400 meter.

Di tempat yang sama, Johis Otemoesoe selaku Tim Manajer Kontingen PON XX Papua asal NTT menyebutkan, atlet dari NTT sebenar ada delapan orang namun satu orang dari TNI Angkatan Laut batal ikut sebab sedang mengikuti pendidikan sehingga hanya tujuh orang.

Sebagai manajer tim, ia berharap dari tujuh orang tersebut bisa memberikan hasil terbaik bagi NTT dengan meraih medali.

“Rata-rata atlet ini belum punya pekerjaan tetap. Kecuali ada pelatih yang juga mantan atlet sekarang ada ikut sudah kerja,” katanya.

Ia mengaku dari tujuh orang ini, dua orang senior yang sudah pernah mengikuti PON Riau ke XVIII Tahun 2012 dan PON XIX di Jawa Barat, sementara lima lainnya yunior. Kedua mantan atlet PON Jabar dan Riau adalah Apriana Paijo dan Nofriana Taunus.

Johis mengakui persiapan atlet dengan adanya pandemi Covid-19 sempat mengalami hambatan membuat jadwal uji coba keluar NTT tidak bisa terealisasi setelah adanya aturan PPKM. Padahal, ini penting sekali untuk mendapat taman sparing. Akhirnya hanya uji coba lokal namun tidak mendapat teman sparring sebanding.

Ia berharap, meskipun dengan persiapan seadanya paling tidak atlet NTT mampu menujukan performa terbaik demi mengharumkan nama NTT di level olahraga tertinggi tingkat Nasional empat tahunan ini.

“Kami tidak target emas, tapi minimal bisa raih medali tetap ada,” ujarnya.

Dikatakan, setiap tahun NTT selalu mengirim kontingennya meskipun belum meraih emas tetapi selalu saja mendapat medali.

Minimnya prestasi di bidang olahraga ini, katanya disebabkan belum ada regenerasi secara berjenjang serta kurangnya perhatian dari pemerintah maupun support dari pihak swasta.

“Untungnya saat ini ada dukungan dari Teo Widodo dari swasta, seorang pengusaha muda. Tapi belum maksimal semampunya,” katanya.

Menurut dia, perhatian terhadap atlet paling utama adalah Pemerintah Daerah harus mensupport agar bisa melahirkan atlet-atlet muda berprestasi. (Humasppm/Antonius Juma)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *