Harga Minyak Tanah Capai Rp 14 Ribu Perliter, Disperindag dan Pertamina Tutup Mata, Kapolres Mimika Diminta Turun Tangan

by -
Minyak Tanah
Minyak Tanah

Timika, fajarpapua.com – Warga saat ini mengeluhkan harga minyak tanah di Timika yang mencapai Rp 14 ribu perliter

Kabarnya, naiknya harga minyak tanah hingga mencapai 280 persen di pasaran ini karena sejumlah pangkalan juga turut menaikan harga antara Rp 8 hingga Rp 10 ribu perliternya.

Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak tanah di Mimika telah ditetapkan dan diatur dalam Peraturan Bupati Mimika Nomor 9 Tahun 2019 yakni Rp 5.000 per liter untuk Distrik Mimika Timur, Wania dan Mimika Baru. Dan Rp 5.500 untuk masyarakat di Distrik Kuala Kencana, Iwaka dan Kwamki Narama.

Penetapan HET ini khabarnya sudah sangat menguntungkan pangkalan karena harga pengambilan mereka ke Jober Pertamina Timika hanya sebesar Rp 3.000 an saja.

Seorang warga Timika yang juga memiliki usaha rumah makan, Idris mengatakan dirinya terpaksa membeli minyak tanah meski harganya tidak masuk akal.

“Minyak tanah sudah 70 ribu rupiah per satu gen lima liter. Pasokan dari Pertamina “katanya” lancar, jatah untuk Timika “katanya” seperti biasa tidak dikurangi,” ungkapnya dengan nada tanya.

Dia berharap, pihak yang menimbun minyak tanah sehingga merugikan masyarakat banyak mendapat masalah dengan tindakannya.

“Yang jadi mafia atau timbun minyak semoga kamu mampos dengan itu minyak atau minimal dapat bui karena bikin susah satu Timika nih. Pak Kapolres ayo dong turun gunung, ditunggu,” tulisnya.

BACA JUGA:  Polres Mimika Usut Kasus Penimbunan Minyak Tanah

Warga lainnya, Abel Rumyan menginformasikan bahwa pengecer disalahsatu jalan utama di Kota Timika tidak pernah kehabisan stok namun menjual dengan harga tinggi

“Yang jual minyak tanah di Jalan Hasanudin tidak pernah habis stoknya, tapi setiap saat harganya melambung tinggi,” ujarnya.

Untuk itu dirinya berharap, pihak kepolisian dapat melacak atau mengkroscek pemasok minyak tanah di kios yang ada di jalan tersebut.

“Minta tolong pihak kepolisian melacak dan menggerebek penjualan minyak tanah di tempat itu, karena sudah mahal harganya. Jangan Milo saja yang diberantas tapi mafia minyak juga diberantas karena menyusahkan masyarakat,” harapnya.

Sementara Insan Dhoif Baihaki mengaku miris dengan kondisi yang terjadi saat ini yang nyaris tidak mendapat perhatian baik dari Disperindag Kabupaten Mimika maupun Jober Pertamina Timika.

“Miris sekali, mencekik masyarakat, masak satu botol mineral minyak tanah harganya 25 ribu rupiah. Semoga para pejabat tidak duduk manis di kursi empuk, tapi mau juga Sidak,” tulisnya.(mas)

A valid URL was not provided.