BERITA UTAMAMIMIKA

HMI Minta Polisi Transparan dan Ajak Masyarakat Kawal Kasus Pelecehan Seksual yang Libatkan Penceramah Kondang Timika

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
6
×

HMI Minta Polisi Transparan dan Ajak Masyarakat Kawal Kasus Pelecehan Seksual yang Libatkan Penceramah Kondang Timika

Share this article
Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Siti Hartina Rumbia (kiri) dan Sekretaris Umum Mentari Putri Yasinta (kanan)
Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Siti Hartina Rumbia (kiri) dan Sekretaris Umum Mentari Putri Yasinta (kanan)

Timika, fajarpapua.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Mimika meminta penyidik Polres Mimika untuk profesional dan transparan dalam menangani kasus pelecehan seksual yang melibatkan penceramah kondang asal Timika berinisial S.

Selain itu, HMI Komisariat Mimika juga meminta masyarakat serta para pemerhati perempuan di daerah ini untuk bersama-sama mengawal proses hukum kasus pelecehan tersebut.

Ads

“HMI beserta seluruh kader yang ada di Komisariat Mimika terkhusus HMI-Wati mengutuk keras atas apa yang telah dilakukan pelaku terhadap para korban,” ujar Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan HMI Komisariat Mimika, Siti Hartina Rumbia, Selasa (21/12).

Menurutnya, meski berstatus sebagai penceramah perilaku S yang diduga sebagai pelaku kasus kekerasan seksual terhadap anak angkatnya itu sangat tidak bermoral.

“Untuk itu kami menyatakan sikap, mengutuk keras tindakan oknum penceramah yang juga menjabat sebagai kepala sekolah. Dimana, sebagai tokoh agama yang bersangkutan kami nilai memiliki perilaku yang jauh dari akhlakul karimah,” ujarnya.

Untuk itu lanjutnya, pihaknya meminta kepada pihak kepolisian untuk bekerja secara profesional, transparan dan amanah dalam menjalankan tugas terutama dalam menangani kasus ini.

“Kami juga mengajak seluruh komponen masyarakat Mimika untuk mengawal dan mengawasi proses hukum kasus tersebut hingga tuntas,” tuturnya.

Sementara Sekretaris Umum HMI Komisariat Mimika, Mentari Putri Yasinta mengajak masyarakat untuk menghentikan diskriminasi terhadap korban pelecehan seksual.

“Untuk menjadi refleksi bersama bahwa kekerasan atau pelecahan seksual adalah sebuah kezaliman yang mengkhianati nilai kemanusiaan, dan kami meminta mari hentikan diskriminasi bagi korban,” katanya

Dikatakan pula, bahwa pengawasan dari seluruh komponen terhadap kasus ini sangat dibutuhkan demi terciptanya rasa keadilan bagi korban.

“Masyarakat Mimika juga perlu mengawal dan mengawasi hingga tuntas kasus pelecehan seksual yang sedang berlangsung. Selain akan memberikan hukum setimpal kepada pelaku juga demi rasa keadilan bagi korban,” tambahnya. (feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *