Resmikan BLK Kampung Nawaripi, Wabup Mimika Harap Pemuda Kamoro Peserta Pelatihan Bisa Mandiri

by -
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob saat meresmikan BLK Nawaripi.
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob saat meresmikan BLK Nawaripi.

Timika, fajarpapua.com – Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob pada Sabtu (15/1) meresmikan beroperasinya Balai Latihan Kerja ( BLK) milik Pemerintah Kampung Nawaripi.

Pada angkatan pertama yang akan diikuti oleh 60 orang peserta, BLK ini akan melaksanakan pelatihan dibidang meubeler, otomotif, pengelasan, dan pembuatan batu tela.

Ke 60 peserta yang merupakan para pemuda asli dari Suku Kamoro ini akan dilatih oleh instruktur berpengalaman dari Politeknik Amamapare Timika, serta didampingi Balai Konstruksi Wilayah 7 Papua di Jayapura.

Wakil Bupati Mimika, John Rettob dalam sambutannya meminta para peserta yang ikut pelatihan harus serius demi menyerap ilmu yang diberikan oleh para instruktur.

Ia juga berpesan BLK dijalankan secara profesional dan komitmen yang kuat dari Pemerintah Kampung Nawaripi, sehingga tidak hanya ada pada saat diresmikan tetapi bisa berjalan seterusnya.

“Saya berharap jika sudah membangun BLK, pemerintah kampung harus juga punya komitmen untuk berjalan terus,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Wabup John Rettob juga meminta Kepala Kampung Nawaripi berkonsultasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mimika untuk kemudian membuat usulan yang dilanjutkan kepada dirinya untuk diteruskan ke Kementerian Tenaga Kerja di Jakarta.

Ia berharap para pemuda yang dilatih harus sampai pintar dan tidak mengharapkan akan bekerja di perusahaan yang ada di daerah ini.

Selain itu jika memungkinkan, pihak pemerintahan kampung juga menyediakan ruang pamer hasil karya para peserta sehingga bisa melirik warga untuk membelinya.

“Kampung bila perlu buatkan showroom yang representatif. Adik-adik ini kita didik mereka agar bisa mandiri dan mereka bisa buka usaha sendiri serta bisa pekerjakan orang lain,” katanya.

Wabup John Rettob menuturkan sejumlah pelatihan bidang yang akan dilaksanakan di BLK akan menjadikan Nawaripi sebagai kampung emas di Papua.

“Di Indonesia baru beberapa kabupaten di Jawa, Sumatera dan Bali yang memiliki BLK di wilayah kampung dan di Papua dimulai dari Mimika yakni di Kampung Nawaripi,” jelasnya.

Sementara Kapolres Mimika, AKBP I Gede Era Adinata, SIK menuturkan saat ini Nawaripi berubah dari kampung rawan menjadi kampung yang aman.

“Dengan hadirnya Pos Peka di Nawaripi, perlahan-lahan mulai menciptakan kesadaran masyarakat agar tertib dan aman,” ujarnya.

Kepolisian, kata Era, sangat mendukung pendirian BLK oleh Pemerintah Kampung Nawaripi karena akan mampu melatih para pemuda agar memiliki skill dan bisa memanfaatkan potensi yang ada di wilayah itu.

Contohnya lanjut Era, Pelatihan dibidang meubeler para pemuda bisa manfaatkan potensi kayu di Timika yang kaya.

“Kayu bisa dibentuk jadi sebuah meja ukiran yang bernilai ekonomis tinggi, juga peralatan rumah tangga yang terbuat dari kayu yang dijual dengan harga mahal. Begitu juga jurusan yang lain benar-benar dilatih dan siap bersaing dengan yang lain yang sudah ada saat ini,” tuturnya.

Sementara Kepala Kampung Nawaripi Norbertus Ditubun menuturkan BLK ini hadir dari hasil Musrembang di tingkat Kampung Nawaripi.

“Atas persetujuan Musrembang ini maka pemerintah kampung berani membuat terobosan dan gebrakan membangun BLK yang akhirnya hari ini bisa dilaunching,” ujarnya.

Pengoperasionalan BLK ini, lanjut dia, dilaksanakan bekerjasama dengan Politeknik Amamapare serta bimbingan dari Kantor Balai Konstruksi Wilayah 7 Kementrian PUPR RI di Jayapura.

“Sebagai kepala kampung saya mohon pendampingan terus supaya BLK ini terus berjalan dan menghasilkan lulusan yang siap bersaing di pasar lapangan kerja, termasuk bisa menjawab pesan Wabup Mimika agar kami bisa terus mendampingi peserta agar mereka bisa mandiri,” kata Norbertus. (mar)

A valid URL was not provided.