BERITA UTAMAMIMIKA

Dianiaya, Siswa SMA Timika Jalani Operasi Kepala di RSUD Mimika, Waket APK Desak Polisi Tangkap Pelaku

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
7
×

Dianiaya, Siswa SMA Timika Jalani Operasi Kepala di RSUD Mimika, Waket APK Desak Polisi Tangkap Pelaku

Share this article
Korban menjalani operasi pada bagian kepala di RSUD Mimika.
Korban menjalani operasi pada bagian kepala di RSUD Mimika.

Timika, fajarpapua.com – Andreas Uramata, siswa kelas XIII SMA YPPK St. Donbosco Timika sebagaimana diberitakan pada fajarpapua.com pada Sabtu (26/3/2022) mengalami penganiayaan oleh orang tak dikenal (otk), kini berhasil dioperasi di RSUD Mimika dengan selamat.

Operasi yang dijalani Andreas terutama pada bagian kepala akibat benturan benda tajam.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Keluarga korban mengatakan, pihaknya telah melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Polsek Mimika Baru dan menuntut pihak kepolisian segera mencari dan menemukan pelaku yang tidak bertanggung jawab dengan kejahatan brutal itu.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Aliansi Pemuda Kamoro (APK) Amandus Maroro, S.Kep kepada fajarpapua.com di RSUD Mimika usai tindakan operasi, Minggu (27/3/2022).

“Sangat disayangkan sekali. Adik kami yang tidak tahu menahu permasalahan sebelumnya, namun kena imbas tindakan brutal dan harus mengalami luka dan perawatan yang banyak di seluruh tubuh,” tegas Amandus.

Menurut dia, terkait pemberitaan sebelumnya pada media ini, yang menyatakan kalau Andy sapaan akrab Andreas mengalami penganiayaan akibat sama – sama mabuk atau miras atau dalam istilah kepolisian dipegaruhi oleh alkohol itu sama sekali tidak benar.

Lanjut dia, pada saat di UGD, dirinya sudah memastikan kondisi Andy dari teman-teman yang pada saat itu sebelum terjadi musibah.

Selain itu, Amandus yang juga Staf Medical International SOS PT. Freeport Indonesia juga memastikan ke dokter yang bertugas kaitannya dengan kondisi korban apakah dipengaruhi alkohol atau tidak. Namun Dokter penanggung jawab mengatakan kalau korban tidak sedang atau dalam kondisi dipengaruhi alkohol sehingga tidak perlu diuji kadar alkohol dan tindakan selanjutnya dapat dilakukan pihak medis bahkan sampai pada kamar operasi pukul 05.00 sore hingga pukul 08.00 WIT malam.

“Pada kesempatan di hari minggu, Pak Kapolres juga sudah datang ke Rumah Sakit dan berbicara langsung dengan kami keluarga korban. Jadi kami mohon agar Bapak Polisi segera mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya di media,” harap Amandus. (eddy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *