BERITA UTAMAMIMIKA

Tewasnya Dua Warga Kampung Amole Kwamki Narama Tidak Berhubungan Dengan Bayar Kepala, Kabag Ops: Itu Internal Keluarga

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
6
×

Tewasnya Dua Warga Kampung Amole Kwamki Narama Tidak Berhubungan Dengan Bayar Kepala, Kabag Ops: Itu Internal Keluarga

Share this article
IMG 20221025 WA0029
Aparat keamanan tengah berjaga-jaga di Kwamki Narama.

Timika, fajarpapua.com – Polres Mimika saat ini telah merespon, peristiwa berdarah di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama pada Selasa (25/10) pukul 01.00 WIT yang menewaskan dua warga serta satu lainnya kritis.

Bahkan Polres Mimika juga telah menyiagakan puluhan personil disekitar rumah duka untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait dengan kejadian itu.

Ads

Kabag Ops Polres Mimika, Kompol Ruben Palayukan yang dikonfirmasi fajarpapua.com membenarkan peristiwa berdarah tersebut.

Kompol Ruben juga mengatakan kejadian tersebut tidak ada kaitan dengan proses bayar kepala yang saat ini memang sedang berlangsung.

“Tidak ada hubungannya dengan proses bayar kepala. Itu hanya masalah internal keluarga dan pelaku ini juga diduga mengalami gangguan jiwa,” kata Kompol Ruben.

Ruben juga membenarkan dua orang yang masih kerabat meninggal dunia akibat peristiwa tersebut dan saat ini jenazahnya disemayamkan di rumah keluarga mereka.

Dikatakan juga satu orang korban ainnya saat mendapat perawatan intensif di RSUD Mimika karena mengalami luka-luka.

“Sampai saat ini masih aman, kondusif, tadi juga ada proses bakar batu. Kami juga sudah mendatangi pihak keluarga, mereka mengungkapkan hal itu masalah internal keluarga jadi tidak ada balas membalas, jadi mereka bilang sudah bisa menerima,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama pada Selasa (25/10) pukul 01.00 WIT dinihari tadi dikejutkan dengan peristiwa berdarah.

Peristiwa yang dipicu oleh mengamuknya seorang warga yang diketahui dalam kondisi stres atau gangguan jiwa menyebabkan dua orang warga meninggal dunia serta satu orang lainnya dalam kondisi kritis dan mendapat perawatan intensif di RSUD Mimika.

Data yang diterima fajarpapua.com menyebutkan, peristiwa berdarah itu diketahui Polsubsektor Kwamki Narama pada 25 Oktober 2022 sekitar Pukul 01.00 WIT berdasar laporan Pendeta Lukas Hagawal.

Dalam keterangannya kepada pihak kepolisian, pelapor mengungkapkan terjadinya saling panah antar sesama masyarakat bermarga Hagawal yang mengakibatkan Panus Hagawal dan Yohanas Hagawal meninggal dunia.

Sementara Enis Dang Hagawal menderita luka parah akibat terkena panah dan hingga saat ini dirawat di RSUD Mimika. (feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *