BERITA UTAMANASIONAL

8 Tahun Terpisah, Wanita Asal Bone Mencari Sang Buah Hati

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
8
×

8 Tahun Terpisah, Wanita Asal Bone Mencari Sang Buah Hati

Share this article
IMG 20221229 WA0011
Foto buah hati Anita dan almarhum sang suami.Foto: Istimewa

Bone, fajarpapua.com – Seorang wanita di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan bernama Anita saat ini tengah mencari buah hatinya yang berusia sekitar 12 tahun.

Anita mengaku dirinya terpisah dari sang buah hati sejak Tahun 2014 lalu atau saat anaknya masih berusia 4 tahun.

Ads

Wanita asal Tarakan, Kalimantan Utara tersebut mengaku dipisah secara paksa dari buah hatinya oleh kedua orang tuanya yang tidak merestui pernikahannya dengan sang suami yang berasal dari Bone, Sulawesi Selatan.

Menurutnya, sekira Tahun 2014, kedua orang tuanya datang ke Bone bermaksud memisahkan dirinya dari sang suami serta hendak membawa dirinya pulang ke Tarakan.

Namun Anita mengaku memilih tetap bertahan dengan suaminya dan menolak ajakan kedua orang tuanya, apalagi mereka telah memiliki buah hati.

Menurut Anita kepada fajarpapua.com, pekan lalu pada Tahun 2014 dirinya bersama sang buah hati yang menetap di Tarakan ikut bersama suaminya ke Bone.

Namun berselang setahun kemudian orang tuanya Hj. A Sinar datang ke Bone bermaksud menjemput serta memisahkan dirinya dengan sang suami.

“Tahun 2015 orang tua saya datang ke Bone untuk menjemput saya dan mengajak saya kembali ke Tarakan dengan tujuan hendak memisahkan saya dari suami. Tapi saya bersikeras tidak ikut dan memilih mempertahankan suami. Imbasnya, orangtua saya tidak mau menyerahkan anak saya dengan alasan, sejak bayi diasuh oleh ibu saya,” ujar Anita.

Naasnya, pada Tahun 2016 orang tua Anita meninggal dunia, dan anaknya diambil oleh salahsatu tantenya yang bernama Halimah..

Kemudian pada tahun itu juga, Anita mengaku suaminya juga meninggal dunia sehingg ia bermaksud mengambil kembali buah hatinya.

“Tidak lama setelah suami saya meninggal dunia, saya ke Tarakan untuk menjemput anakku, namun setelah sesampai disana, ,keluarga Tante Halimah sudah pindah dan tidak diketahui keberadaannya,” ujarnya.

Sejak saat itulah Anita kehilangan jejak sang buah hati karena sama sekali tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga tantenya.

Atas peristiwa itu tak sedikit orang yang kemudian membagikan kisahnya di media sosial.

Banyak warganet yang kemudian turut mendoakan hal-hal baik agar dapat kembali bersatu antara ibu dan anak. (andi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *