BERITA UTAMAMIMIKA

Kasus Pemukulan, Rendi dan Oknum TNI Sepakat Damai, Lettu Womsiwor: Pelaku Bukan Anggota Satgas

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
8
×

Kasus Pemukulan, Rendi dan Oknum TNI Sepakat Damai, Lettu Womsiwor: Pelaku Bukan Anggota Satgas

Share this article
IMG 20230105 WA0055
Rendi, korban penganiayaan terlihat berangkulan dengan oknum anggota TNI sebagai tanda kesepakatan damai.Foto: Istimewa

Ads

Timika, fajarpapua.com– Tindak penganiayaan yang menimpa warga Jalan Irigasi, Kelurahan Pasar Sentral Timika bernama Rendi (37) pada Rabu (4/1) berakhir damai.

Hal ini setelah Rendi yang didampingi keluarganya dan oknum anggota TNI yang diduga sebagai pelaku bersepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.

Selain itu dalam mediasi yang difasilitasi oleh Komandan Tempat Perbekalan (Dantepbek) XVII – 02 – B, Lettu (CBA) Frengky Womsiwor, kedua belah pihak juga bersepakat untuk tidak memperpanjang kasus tersebut.

Saat ditemui fajarpapua.com, Kamis (5/1) usai pelaksanaan mediasi, Lettu Womsiwor mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut baik korban dan pelaku telah saling memaafkan.

Kedua pihak lanjutnya, masing-masing juga telah menyadari kekeliruannya serta mengakui permasalahan tersebut timbul karena adanya kesalahpahaman semata.

“Untuk kejadian pemukulan kedua pihak sudah sepakat diselesaikan secara kekeluargaan. Tadi pihak keluarga korban maupun oknum anggota kami sudah saling mengutarakan permintaan maaf dan menyadari peristiwa itu timbul karena kesalahpahaman yang kemudian menimbulkan emosi sesaat oleh anggota kami,” ujarnya.

Dalam mediasi tersebut, pihak pelaku juga bersedia menanggung biaya pengobatan korban dan kedua belah pihak juga juga telah menandatangani surat pernyataan perdamaian diatas materai yang disaksikan oleh Dantepbek XVII-02-B serta pihak keluarga korban sebagai bukti bahwa kasus tersebut telah selesai

Meski demikian Lettu Womsiwor mengungkapkan, dirinya juga menekankan tidak membenarkan tindak penganiayaan ataupun pemukulan oleh anggotanya apapun alasannya.

“Dari peristiwa ini, kami harap dapat diambil hikmahnya, bahwa dalam menyelesaikan permasalahan tidak harus dengan mengedepankan emosi tapi harus mengutamakan kepala dingin,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Lettu Womsiwor juga mengklarifikasi terkait status pelaku yang sebelumnya ditulis media sebagai ‘Oknum Anggota Satgas TNI…. “.

Menurutnya berita tersebut tidak tepat, karena pada kenyataannya oknum yang melakukan pemukulan terhadap Rendi adalah anggota TNI Organik yang bertugas di Timika.

“Perlu kami sampaikan bahwa pelaku pemukulan bukan anggota Satgas TNI, yang bersangkutan adalah anggota organik yang bertugas di Timika,” ujarnya.

Hal ini menurutnya perlu disampaikan untuk menghindari kesalahpahaman serta ketersinggungan dari sejumlah pihak terkait dengan pemberitaan tersebut. (mas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *