BERITA UTAMAPAPUA

Kasus Pembakaran Wanita Mendapat Atensi Forpimda Sorong, Polisi Kejar Tiga Orang Pelaku

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
6
×

Kasus Pembakaran Wanita Mendapat Atensi Forpimda Sorong, Polisi Kejar Tiga Orang Pelaku

Share this article
IMG 20230124 WA0048
Konferensi pers yang digelar Forkopimda Kota Sorong Selasa (24/1) dihadiri Pj. Walikota Sorong George Yarangga, Kapolresta Sorong Kota Kombespol Happy Perdana Yudianto, Dandim 1802 Sorong Letkol (Cpn) Andi Sigit Pamungkas, Kepala Kejaksaan Negeri Sorong Muhammad Rizal dan Ketua Pengadilan Sorong Beauty Deitje Elisabeth Simatauw

Sorong, fajarpapua.com – Kasus pembakaran terhadap seorang wanita yang diduga sebagai penculikan anak di Sorong, Papua Barat Daya mendapat atensi dari kepolisian setempat.

Bahkan saat ini polisi tengah mengejar tiga orang warga yang diduga sebagai pelaku penyiraman dan pemantik api yang akhirnya membakar tubuh korban.

Ads

Hal itu terungkap dalam konferensi pers yang digelar Forkopimda Kota Sorong Selasa (24/1) dihadiri Pj. Walikota Sorong George Yarangga, Kapolresta Sorong Kota Kombespol Happy Perdana Yudianto, Dandim 1802 Sorong Letkol (Cpn) Andi Sigit Pamungkas, Kepala Kejaksaan Negeri Sorong Muhammad Rizal dan Ketua Pengadilan Sorong Beauty Deitje Elisabeth Simatauw

Pj. Walikota Sorong George Yarangga mengatakan peristiwa itu dipicu karena para pelaku menduga korban hendak melakukan penculikan.

“Para pelaku penganiayaan menduga korban hendak melakukan penculikan anak. Dan identitas korban saat ini masih dalam penyidikan,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka akibat ikut terbakar karena berusaha menghalau tindakan para pelaku.

“Akibat kejadian ini satu orang meninggal, dua orang ikut terbakar pada saat melerai massa. Korban meninggal sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong,” katanya.

Dengan adanya peristiwa itu Pemerintah Kota Sorong turut berdukacita dan akan memberikan bantuan bagi ketiga korban baik pembebasan biaya pengobatan dan akan diberikan santunan.

Sementara itu Kapolresta Sorong Kota Kombespol Happy Perdana Yudianto, menegaskan isu penculikan anak yang tersebar adalah tidak benar atau hoax.

“Sampai saat ini tidak ada laporan penculikan anak yang masuk,” ujarnya.

Kepada masyarakat, pihaknya meminta agar jangan melakukan perbuatan main hakim sendiri, jika ada apa-apa dapat diserahkan ke Kepolisian dan diharapkan agar tidak ada lagi kejadian seperti ini.

“Warga masyarakat diharapkan untuk tetap waspada, tidak usah resah/khawatir karena kepolisian rutin melaksanakan patroli di sekolah-sekolah demi keamanan siswa. Dan Himbauan juga kepada orang tua untuk waspada,” katanya.

Atas kejadian itu, kepolisian akan melakukan tindakan hukum bagi para pelaku pembakaran dan pihaknya telah mengantongi nama nama pelaku tersebut dan sementara masih dalam proses pengejaran.

“Dua sampai tiga orang sedang dalam pengejaran, fokus pada pelaku penyiraman dan pemantik api,” jelasnya.

Pada saat pembakaran itu, personel yang berada di tempat sangat terbatas dan massa disitu yang terlalu banyak.

“Personil terbatas pada saat kejadian yang mengakibatkan kejadian tersebut terjadi, massa terlalu banyak. Senjata api tidak dapat digunakan sembarangan karena ada protap yang berlaku,” pungkasnya. (feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *