BERITA UTAMAMIMIKA

Aplikasi Inaportnet akan Diterapkan di Pelabuhan Pomako Timika, Simak Sejumlah Keunggulannya

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
21
×

Aplikasi Inaportnet akan Diterapkan di Pelabuhan Pomako Timika, Simak Sejumlah Keunggulannya

Share this article
IMG 20230517 WA0067
Suasana sosialisasi dan pendampingan aplikasi Inaportnet di Hotel Horizon Diana, Rabu (17/5).

Ads

Timika, fajarpapua.com – Apilkasi Inaportnet akan diterapkan di Pelabuhan Pomako Timika. Inaportnet merupakan sistem layanan tunggal berbasis internet/web yang mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhanan yang standar melayani kapal dan barang di pelabuhan dari seluruh instansi terkait atau pemangku kepentingan di pelabuhan termasuk sistem layanan Badan Usaha Pelabuhan.

Sebelum penerapan sistem tersebut, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut bersama Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Pomako melakukan sosialisasi pendampingan uji coba penerapan Inaportnet di Hotel Horizon Diana, Rabu (17/5).

Sub Kordinator Sistem Informasi Angkutan Laut dan Direktorat Lalu Lintas Angkutan Laut, Ayu Kharizsa mengatakan, tujuan dari Inaportnet untuk memudahkan para pengguna jasa di pelabuhan, seperti pelayanan untuk transparansi, paperles, efisien dan efektivitas waktu, mengurangi tatap muka antara legulator dan pengguna jasa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sehingga Inaportnet antara pengguna jasa dan legulator memang pyur data-datanya diperiksa mendasarkan yang diinput oleh pengguna jasa di aplikasi dan juga dokumen-dokumen yang dihasilkan dari Inaportnet yang biasa dilakukan secara manual sudah bisa didownload sendiri.
“Aplikasi ini dapat diakses oleh para pemangku kepentingan di pelabuhan, baik agen pelayaran, perusahaan bongkar muat, JPT dan jasa angkutan terkait di pelabuhan. Kita juga sudah berkolaborasi dengan beberapa aplikasi kelembagaan lain, seperti pembayaran PMBP itu sudah otomasi langsung dari Inaportnet dan juga berkolaborasi dengan Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan,” kata Ayu.

Menurut dia, Inaportnet akan diberlakukan di Timika pada bulan Juni mendatang, tetapi untuk aplikasi Inaportnet sudah diimplementasi sejak tahun 2016 lalu. Untuk dikecualikan yang tidak menggunakan aplikasi Inaportnet hanya kapal non komersial seperti kapal perang dan kapal bantuan sosial.

“Jadi nanti kalau kapal masuk ke pelabuhan Pomako, nanti dia langsung sekali submite datanya dan terkirim ke UPP, penyelenggaraan pelabuhan, Bea Cukai, Imigrasi dan karantina kesehatan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala UPP Pomako, Husni Anwar Tianotak mengatakan, terkait Inaportnet yang akan dipelakukan di UPP Pomako merupakan langkah yang maju dan tepat.

Pihaknya siap memfasilitasi pemberlakukan Inaportnet di pelabuhan Pomako, seperti jaringan internet dan operator dalam membantu agen pelayaran, perusahaan bongkar muat, JPT dan jasa angkutan terkait di pelabuhan.

“Jadi pengguna jasa itu sendiri yang harus lebih aktif dalam menyiapkan dokumen yang dibutuhkan dalam Inaportnet agar bisa cepat berlayar,” katanya.

Menurutnya, dengan aplikasi ini dari perusahan pelayaran itu sendiri yang akan meng-upload dokumen-dokumen. Jika belum ada yang masuk belum bisa diterbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

“Pelayanan yang kita lakukan di pelabuhan Pomako, selama ini kita masih tatap muka. Maka dengan hadirnya Inaportnet ini kita tidak lagi tatap muka, tetapi pelayanan itu melalui aplikasi,” tuturnya.

Untuk diketahui hingga tahun 2022 penggunaan aplikasi Inaportnet sudah diberlakukan di 199 pelabuhan di seluruh Indonesia. Di Mimika sendiri ditargetkan 27 Juni 2023 sudah dimandatori.(ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *