Lewati ke konten utama

OPM Akui Rebut Senjata SS1 Milik Polsek Homeyo dan Bunuh Penjaga Kios di Intan Jaya

Redaksi FPPenulis
17.25 WIT1 menit baca39 dibaca
a7ef3fa1 1523 4072 9b2c 9b71709973ca
a7ef3fa1 1523 4072 9b2c 9b71709973caFoto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com - Panglima TPNPB-OPM Kodap VIII Intan Jaya Undius Kogoya dan pasukannya mengklaim bertanggungjawab atas perampasan senjata milik Polsek Homeyo dan aksi pembunuhan terhadap penjaga kios.

Jubir TPNPB-OPM, Sebby Sambom dalam rilis yang diterima redaksi fajarpapua.com, Senin (17/7) menyatakan pembunuhan terhadap penjaga kios dilakukan Sabtu (15/7) lantaran korban dituduh intelijen polisi.

Menurutnya, aksi OPM menyasar warga sipil yang dituding menyamar itu sebagai bentuk peringatan agar warga Indonesia segera tinggalkan Intan Jaya.

"Jika ada yang main-main dengan peringatan TPNPB, maka kami siap eksekusi mati. Hal itu dilakukan atas perjuangan pembebasan bangsa Papua yang mendiami bumi Papua dari Sorong sampai Merauke," tegasnya.

Dijelaskan, kronologi pembunuhan polisi yang menyamar sebagai penjaga kios sudah direncanakan sejak lama. Puncaknya pada tanggal 15 Juli 2023 tepat pukul 12:00 malam OPM mengeksekusi menggunakan alat tajam.

Selanjutnya, Sebby menyatakan penyerangan di Polsek Homeyo pada Minggu keesokan harinya dilakukan OPM yang berbuntut perampasan senjata.(red)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.