BERITA UTAMAJayapura

Tertipu Cewek di Aplikasi MiChat Saat Berkunjung ke Jayapura, Aparat Kampung ini Habiskan Uang Kuliah Anaknya

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
16197
×

Tertipu Cewek di Aplikasi MiChat Saat Berkunjung ke Jayapura, Aparat Kampung ini Habiskan Uang Kuliah Anaknya

Share this article
IMG 20231203 WA0018
Ilustrasi

Jayapura, fajarpapua.com- Peringatan untuk para pengguna aplikasi kencan yang banyak bertebaran di dunia maya untuk lebih hati-hati dan lebih bijak jika tidak ingin dirugikan.

Jangan sampai peristiwa yang dialami seorang aparat kampung dari Kabupaten Kepulauan Yapen yang berkunjung ke Kota Jayapura, menimpa anda.

Ads

Bagaimana tidak, oknum aparat kampung tersebut terpaksa kehilangan uang puluhan juta setelah menggunakan aplikasi MiChat untuk mencari teman kencan.

“Sebenarnya hal ini sangat memalukan, namun perlu kami sampaikan agar menjadi pelajaran bagi yang lain,” ujar adik korban berinisial GK kepada wartawan di Jayapura.

GK menceritakan kejadian yang menimpa kakaknya berawal dari ditawarkan aplikasi MiChat oleh Satpam hotel yang mereka tempati di Kota Jayapura.

Karena tergiur dengan tawaran itu, akhirnya sang kakak mengunduh aplikasi MiChat dan kemudian mencari teman kencan.

Kemudian sang kakak tergiur dengan salahsatu akun MiChat yang menampilkan foto-foto cewek yang sangat menarik.

Setelah terjadi komunikasi lewat kolom pesan di MiChat, antara sang kakak dengan cewek tersebut terjadi kesepakatan untuk kencan.

Namun sang cewek meminta biaya kencan yang disepakati ditransfer melalui rekening yang diakui oleh akun tersebut miliknya.

Selanjutnya sang kakak mentransfer sejumlah uang ke cewek pemilik akun MiChat tersebut hingga berjumlah puluhan juta rupiah.

“Entah ini kesalahan Satpam atau kakak saya, tetapi sejak menggunakan aplikasi MiChat selama tiga hari perilaku kakak saya sangat berbeda,” jelasnya.

GK mengaku baru mengetahui sang kakak menjadi korban penipuan melalui aplikasi kencan MiChat setelah hari terakhir di Jayapura dan mereka hendak kembali ke Serui.

Menurut GK, dirinya kaget saat hendak membeli tiket ternyata sang kakak tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar.

“Juga biaya kuliah anak dari kakak saya pun tidak dapat terbayarkan. Ini hal yang memalukan dan kami bicara hal ini ke media agar jangan ada lagi yang tertipu, khusus untuk orang kampung, aparat kampung, ASN dan juga masyarakat lainnya,” tutupnya. (red)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *