BERITA UTAMAMIMIKAPEMILU 2024

Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Kabupaten Mimika Awasi Pencetakan 241.741 Lembar Surat Suara di Jombang

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
150
×

Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Kabupaten Mimika Awasi Pencetakan 241.741 Lembar Surat Suara di Jombang

Share this article
IMG 20231213 WA0071
Tim dari Bawaslu Mimika saat mengecek pencetakan surat suara Pemilu 2024 di Jombang.Foto: Istimewa

Timika, fajarpapua.com- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mimika, Papua Tengah melakukan pengawasan atau supervisi proses pencetakan surat suara untuk pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang dicetak di tempat percetakan yang terletak di Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Selasa (12/12).

Dari informasi yang dihimpun fajarpapua.com menyebutkan, supervisi tersebut dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Mimika untuk memastikan proses pencetakan sesuai dengan spesifikasi seperti yang diatur dalam PKPU nomor 14 tahun 2023 tentang Perlengkapan Pemungutan Suara.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

“Dalam rangka supervisi, terutama khusus untuk surat suara. Kami datang ke sini memastikan produksinya ini jalan atau tidak,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Mimika, Frans Wetipo.

“Khusus untuk Kabupaten Mimika, ada 6 Dapil (daerah pemilihan), 4 Dapil sudah produksi, tinggal 2 dapil. Dicetak di sini,” jelasnya.

Sementara Sekretaris Bawaslu Kabupaten Mimika, Faizal Tura menambahkan, kebutuhan surat suara Kabupaten Mimika pada Pemilu 2024 sebanyak 241.741 surat suara dari rumus jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yakni 236.995 ditambah 1.000 ditambah 2 persen.

“Intinya di Jombang itu ada perusahaan yang menang tender untuk pencetakan surat suara, berita acara hasil sertifikat, kemudian C hasil. Ada 5 jenis yang dicetak,” kata dia.

“Nah untuk kotak suara, bilik suara, tinta, perlengkapan pemungutan suara lainnya, itu dicetak di berbagai tempat di luar. Misalnya di Klaten, di Makassar, ada juga di daerah lain di Jawa Timur,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, hingga saat diwawancarai, kebutuhan surat suara masih belum ada pendistribusian ke Mimika. Hal ini berbeda dengan perlengkapan pemungutan suara lainnya seperti kotak suara, bilik suara, tinta, maupun tali ties yang sudah tiba di Mimika.

“Rencananya mereka secepatnya paling lambat setelah diproduksi ini, mungkin sekitar 2 – 3 hari sudah didistribusikan. Itu bertahap, jadi nanti pakai kontainer, estimasi tiba 10 sampai 15 hari tiba di Papua Tengah,” beber Faizal Tura.

“Kita hanya mengawasi proses pencetakannya sesuai kewenangan yang di undang-undang Pemilu, bahwa proses pengadaannya diawasi oleh Bawaslu masing-masing,” tandas dia.

Bawaslu Kabupaten Mimika sendiri selain melakukan pengawasan di lokasi pencetakan, juga akan melakukan pengawasan saat logistik Pemilu itu tiba di pelabuhan hingga pendistribusian ke KPU Kabupaten Mimika.

“Potensi (masalah) yang ada, karena jauh, kita tidak bisa memastikan keamanan di laut. Karena Desember ini kan cuaca juga kurang bagus. Kalau untuk surat suara tidak ada masalah, mungkin tinta, karena cairan, biasanya tumpah. Tapi kalau bahannya berupa kertas saya kira pengepakannya aman,” paparnya.

“Dan itu menjadi tanggung jawab pihak ketiga pemenang tender. Apabila rusak, nanti pihak ketiga yang akan bertanggungjawab,” pungkas Faizal Tura.(mas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *