BERITA UTAMAPAPUA

Dua Orang Warga Dilarikan ke RSUD Wamena Usai Diparangi ODGJ, Satu Tangan Terpotong

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
92
×

Dua Orang Warga Dilarikan ke RSUD Wamena Usai Diparangi ODGJ, Satu Tangan Terpotong

Share this article
IMG 20240113 WA0056
Korban yang tangannya terpotong saat dirawat tim medis RSUD Wamena

Jayapura, Fajarpapua.com – Polres Jayawijaya tengah menangani kasus penganiayaan yang terjadi di Distrik Walaik, Kabupaten Jayawijaya pada Kamis (11/1) yang diduga dilakukan oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Kejadian ini mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka akibat senjata tajam.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Heri Wibowo membenarkan adanya kasus penganiayaan tersebut. Saat ini, kedua korban dan pelaku sedang mendapat perawatan medis.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Ia menjelaskan kejadian bermula dari laporan RSUD Wamena, dimana keluarga korban tidak menerima pelaku yang dibawa oleh masyarakat ke RSUD Wamena. Pelaku diketahui mengalami luka panah di bagian belakang badan.

“Kami langsung menuju RSUD untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan membawa pelaku ke Puskesmas Wamena Kota untuk mendapatkan perawatan medis,” jelas Kapolres, Sabtu (13/1/2024).

Menurut keterangan saksi, peristiwa terjadi ketika pelaku ODGJ berinisial EE (25) masuk ke dalam honai korban membawa dua bilah parang di tangan kanan dan kiri.

Pelaku kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban bernama Arnus Elopere (34), mengakibatkan tangan kiri korban terpotong. Selanjutnya, pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban Hili Yelipele (45), mengakibatkan tangan dan kepala korban mengalami luka.

“Setelah melakukan aksi, pelaku melarikan diri dan dikejar oleh keluarga korban. Karena pelaku masih memegang parang, keluarga korban terpaksa memanah pelaku hingga terluka,” ungkap Kapolres.

Kapolres menambahkan pelaku yang diduga ODGJ berasal dari Distrik Walaik dan sering mengganggu masyarakat setempat.

“Saat ini, pelaku masih mendapat perawatan medis di Puskesmas Wamena Kota, sementara korban penganiayaan dirawat di ruang UGD RSUD Wamena. Kasus ini sedang dalam penyelidikan untuk mengungkap semua fakta yang terjadi,” ujarnya.(hsb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *