Lewati ke konten utama

Dinas Perpustakaan Mimika Dorong Budaya Literasi, Ajarkan Bahasa Inggris di SD Inpres Pomako

Redaksi FPPenulis
03.57 WIT2 menit baca67 dibaca
IMG-20250821-WA0053
IMG-20250821-WA0053Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika menggelar kegiatan sosialisasi budaya baca dan literasi pada satuan pendidikan dasar, pendidikan khusus, serta masyarakat.

Salah satu kegiatan pembukaan berlangsung di SD Inpres Pomako, Timika, Papua Tengah, Kamis (21/8).

Kegiatan ini dibuka Kepala Bidang Dinas Perpustakaan, Anton Tangkelayuk mewakili Kepala Dinas Yopi Tohisuta.

Anton menjelaskan, program pembelajaran bahasa Inggris akan diberikan selama lima bulan dengan frekuensi dua kali seminggu.

“Targetnya ada 30 siswa yang konsisten mengikuti hingga akhir program sehingga dapat dievaluasi hasilnya. Jika minimal 50 persen peserta sudah lancar berbahasa Inggris, maka kegiatan ini akan dilanjutkan tahun depan,” ujar Anton.

Program ini diharapkan tidak hanya menumbuhkan minat baca, tetapi juga meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris sebagai bekal generasi muda Mimika menghadapi perkembangan zaman.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Inpres Pomako, Philupus Mayabubun menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah melalui Dinas Perpustakaan.

“Kami menyambut baik program ini karena sangat bermanfaat bagi anak-anak. Bahasa Inggris adalah bahasa dunia yang penting untuk dikuasai sejak dini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak generasi muda yang terampil berbahasa Inggris,” katanya.

Philupus juga berharap seluruh siswa bisa mengikuti program tersebut secara disiplin dan konsisten sehingga hasil yang dicapai dapat maksimal.

Para murid ini juga diberikan baju, alat tulis, dan juga tas selama kegiatan yang akan digelar selama lima bulan. (moa)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.