Lewati ke konten utama

Bupati dan Wakil Bupati Bersama Rombongan Tiba di Uta, Disambut Tarian Adat Kamoro

Redaksi FPPenulis
16.40 WIT2 menit baca35 dibaca
IMG-20251102-WA0022
IMG-20251102-WA0022Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Bupati Mimika Johannes Rettob, dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, bersama Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, Dandim 1710/Mimika, jajaran Forkopimda, serta sejumlah pimpinan OPD pada Minggu (2/11) melanjutkan rangkaian kunjungan kerja ke Kampung Uta, Distrik Mimika Barat Tengah.

Setibanya di Pelabuhan Uta, rombongan disambut tarian adat Kamoro yang dibawakan ratusan warga dan pelajar. Suasana meriah dan kehangatan tradisi masyarakat pesisir Mimika tampak menyelimuti penyambutan tersebut.

Membuka acara tatap muka yang berlangsung di Kantor Distrik Mimika Barat Tengah, Bupati Johannes Rettob mengatakan, kedatangan mereka ke Uta bertujuan untuk meninjau langsung fasilitas pemerintah sekaligus meresmikan layanan air bersih bagi masyarakat setempat.

“Pemerintah hadir untuk memastikan pelayanan publik berjalan baik sampai ke kampung-kampung. Program air bersih ini salah satunya bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir,” ujar Bupati Rettob.

Sementara itu, Wakil Bupati Emanuel Kemong menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan masyarakat. “Terima kasih untuk penyambutan yang luar biasa ini. Untuk hal-hal lain kita akan bicarakan lebih lanjut dalam acara tatap muka nanti,” ujarnya singkat.

Pertemuan ditunda hingga siang hari karena Bupati dan Wakil Bupati terlebih dahulu mengikuti perayaan Ekaristi di Gereja Katolik Santo Yosef Uta bersama umat setempat.

Sebagai informasi, Kampung Uta merupakan salah satu kampung pesisir di Distrik Mimika Tengah yang terletak diantara wilayah Kokonao dan Wakia. Wilayah ini dapat ditempuh menggunakan perahu motor melalui jalur laut dan sungai dari Timika dengan waktu tempuh sekitar 2 hingga 3 jam tergantung kondisi pasang surut. Mayoritas penduduknya berasal dari suku Kamoro, yang dikenal dengan tradisi seni ukir, musik tifa, serta ritual budaya pesisir yang masih kuat dijaga hingga kini.

Kampung Uta juga menjadi salah satu titik penting pengembangan pelayanan dasar di kawasan pesisir tengah Mimika, termasuk bidang pendidikan, kesehatan, dan penyediaan air bersih. (fan)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.