Lewati ke konten utama

Upaya Penyelundupan 9 Ekor Burung Kakaktua Lewat Pelabuhan Pomako Berhasil Dibongkar

Redaksi FPPenulis
16.19 WIT2 menit baca27 dibaca
IMG-20251110-WA0003
IMG-20251110-WA0003Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah (Karantina Papua Tengah) berhasil membongkar upaya penyelundupan sembilan ekor burung Kakaktua Jambul Kuning (Cacatua galerita) di Pelabuhan Pomako, Kabupaten Mimika, Sabtu (8/11).

Keberhasilan tersebut berawal dari informasi yang diterima pejabat karantina dari pihak PELNI, mengenai adanya penumpang KM Sabuk Nusantara 77 yang membawa burung tanpa dokumen resmi.

“Petugas kami segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap barang bawaan penumpang saat kapal bersandar. Dari hasil pemeriksaan ditemukan sembilan ekor burung Kakaktua Jambul Kuning asal Dobo yang disembunyikan tanpa dokumen karantina dan izin resmi,” jelas Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, Minggu (9/11).

Menindaklanjuti temuan itu, petugas berkoordinasi dengan nahkoda kapal dan memberikan imbauan kepada seluruh kru agar lebih ketat dalam mengawasi barang bawaan penumpang.

Petugas juga memberikan edukasi kepada pemilik burung mengenai tata cara pengiriman hewan, ikan, dan tumbuhan yang sesuai dengan ketentuan karantina serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Barang bukti berupa sembilan burung Kakaktua Jambul Kuning kemudian diserahkan kepada Seksi Konservasi Wilayah II Timika, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua, untuk penanganan dan rehabilitasi lebih lanjut.

Anton mengapresiasi kesigapan petugas di lapangan yang berhasil menyelamatkan satwa dilindungi tersebut.

Ia menegaskan perlindungan terhadap keanekaragaman hayati adalah tanggung jawab bersama berbagai pihak.

“Kami berkomitmen menjaga kelestarian satwa dilindungi dan memperkuat kerja sama dengan instansi terkait seperti PELNI, BKSDA, dan aparat penegak hukum. Upaya kecil seperti ini memiliki dampak besar bagi keberlanjutan ekosistem dan kelestarian alam kita,” pungkasnya. (mas)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.