BERITA UTAMAMIMIKA

Tokoh Masyarakat Kamoro Minta Pembahasan APBD Mimika Dilakukan di Kokonao

990
×

Tokoh Masyarakat Kamoro Minta Pembahasan APBD Mimika Dilakukan di Kokonao

Share this article
Marianus Maknaipeku.

Timika, fajarpapua.com – Tokoh masyarakat Suku Kamoro Kabupaten Mimika, Marianus Maknaipeku menyatakan dukungan terhadap usulan agar pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dilakukan di Distrik Mimika Barat, Kokonao.

Marianus kepada fajarpapua.com, Selasa (11/11) mengatakan, pembahasan APBD di kampung merupakan gebrakan baru yang baik karena lebih mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.

iklan

“Pemkab kalau mau berubah harus buat gebrakan baru, dan pembahasan APBD di kampung sangat bagus. Sebagai tokoh saya minta kepada Pak Bupati dan Ketua DPRD agar pembahasan APBD 2026 dilakukan di Kokonao, sebagai kota tua di Kabupaten Mimika. Saya sangat setuju sekali,” ujarnya.

Menurutnya, selain mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, pelaksanaan pembahasan APBD di luar Timika membuat perputaran uang justru terjadi di daerah lain.

“Biasa buat pembahasan di Jakarta, Bali, dan tempat lain itu uang banyak keluar. Sekarang kalau buat di kampung, uang itu berputar di masyarakat karena itu uang rakyat. Daripada hambur-hambur di luar Timika, lebih baik dihambur di kampung untuk masyarakat,” ungkapnya.

Ia menilai, pelaksanaan pembahasan APBD 2026 di kampung sejalan dengan visi misi Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, yaitu membangun dari kampung ke kota.

“Dengan datang ke kampung, bisa melihat langsung kondisi masyarakat di sana. Ini sejalan dengan visi misi membangun dari kampung ke kota. Semua anggota DPRD dan kepala OPD turun ke kampung, masyarakat pasti merasakan pembahasan itu. Kalau di luar Mimika, masyarakat tidak tahu apa yang dibahas,” jelasnya.

Marianus juga mendesak agar pembahasan APBD tidak lagi dilakukan di luar Timika, melainkan di kampung-kampung secara bergiliran.

“Kami minta segera dilakukan. Harus punya jiwa besar agar pembahasan APBD dilakukan di kampung, bukan lagi di luar Timika,” tegasnya.

(ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *