BERITA UTAMAINTERNASIONAL

Israel Larang Kardinal dan Pemimpin Gereja Masuki Makam Suci Saat Misa Minggu Palma

165
×

Israel Larang Kardinal dan Pemimpin Gereja Masuki Makam Suci Saat Misa Minggu Palma

Share this article
Israel Larang Kardinal dan Pemimpin Gereja Masuki Makam Suci Saat Misa Minggu Palma

Yerusalem, Fajar Papua — Keputusan pemerintah Israel melarang Kardinal Pierbattista Pizzaballa, pemimpin Gereja Katolik di Tanah Suci, beserta Kustos Gereja Makam Kudus, memasuki lokasi suci saat perayaan misa Minggu Palma, memicu kecaman dari kalangan gereja internasional. Insiden ini terjadi saat mereka hendak memimpin ibadah di Gereja Makam Kudus yang terkenal di Yerusalem.

Para pejabat gereja dihentikan oleh aparat keamanan Israel tanpa prosesi atau peringatan sebelumnya, menyebabkan mereka harus berbalik arah. Ini merupakan kejadian langka yang menandai pertama kalinya dalam berabad-abad pemimpin gereja tidak dapat memimpin misa di lokasi suci tersebut saat perayaan penting seperti Minggu Palma.

iklan

Patriarkat Latin Yerusalem menyatakan bahwa tindakan ini merupakan preseden serius yang mengabaikan perasaan umat Katolik dan umat dunia yang menantikan perayaan tersebut. Mereka menegaskan bahwa mereka bertindak sesuai aturan dan mematuhi pembatasan yang diberlakukan Israel karena situasi perang, namun melarang pemimpin gereja memasuki tempat suci dianggap tidak masuk akal dan tidak proporsional.

Pengumuman resmi menyebut bahwa pencegahan terhadap Kardinal dan Kustos, yang memegang tanggung jawab tertinggi atas tempat suci, merupakan pelanggaran prinsip dasar kebebasan beribadah dan penghormatan terhadap status quo keagamaan. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait kejadian tersebut.

Sejak konflik di Palestina meningkat setelah perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari lalu, Israel memberlakukan pembatasan ketat terhadap kegiatan publik, termasuk melarang kerumunan besar di tempat ibadah dan membatasi jumlah peserta maksimal 50 orang. Sebelumnya, Patriarkat Latin juga membatalkan prosesi tradisional Minggu Palma dari Bukit Zaitun menuju Yerusalem, yang biasanya dihadiri ribuan umat Katolik setiap tahun.

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP