Lewati ke konten utama

Potowayburu Disiapkan Jadi Ikon Wisata Baru Mimika, Dinas PUPR Matangkan Master Plan Pembangunan

Redaksi Fajar PapuaPenulis
15.49 WIT2 menit baca691 dibaca
Bupati Johannes Rettob saat mengikuti Seminar Pendahuluan Perencanaan Kota Potowayburu di Ballroom Hotel Horison Diana, Kamis (20/8).
Bupati Johannes Rettob saat mengikuti Seminar Pendahuluan Perencanaan Kota Potowayburu di Ballroom Hotel Horison Diana, Kamis (20/8).Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika mulai mematangkan rencana pengembangan kawasan Potowayburu sebagai destinasi wisata unggulan yang diharapkan menjadi ikon baru pariwisata di Papua Tengah.

Langkah tersebut diawali dengan penyusunan master plan melalui berbagai tahapan kajian agar pengembangan kawasan dapat dilakukan secara terarah, terukur dan berkelanjutan.

Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan proses perencanaan dilakukan secara bertahap oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dengan menghimpun masukan dari berbagai pihak sebelum dokumen perencanaan ditetapkan sebagai acuan pembangunan.

Hal itu disampaikan Bupati Rettob usai menghadiri Seminar Pendahuluan Perencanaan Kota Potowayburu di Ballroom Hotel Horison Diana, Kamis (20/8).

Menurutnya, penyusunan master plan tidak dilakukan secara instan. Setelah seminar pendahuluan, tahapan akan dilanjutkan dengan seminar berikutnya, penyusunan laporan sementara (interim report), hingga laporan akhir (final report) yang telah disempurnakan berdasarkan berbagai saran dan masukan.

"Setiap tahapan menjadi bagian penting untuk menyusun konsep pembangunan yang benar-benar sesuai dengan potensi daerah dan kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Bupati Rettob menilai Potowayburu memiliki potensi alam yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata terpadu. Keindahan air terjun, bentang pantai dan kawasan hutan dinilai dapat menjadi daya tarik wisatawan apabila didukung infrastruktur serta penataan kawasan yang memadai.

Ia menyebut kawasan tersebut memiliki lahan yang cukup luas untuk pengembangan berbagai fasilitas pendukung pariwisata. Pemkab Mimika juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, terutama terkait penyesuaian status lahan agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan.

Meski demikian, Bupati Rettob menegaskan pembangunan fisik belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena pemerintah masih fokus menyelesaikan seluruh tahapan perencanaan.

Setelah master plan rampung, pemerintah akan melanjutkan penyusunan rencana detail sebagai dasar untuk menentukan kebutuhan anggaran sekaligus tahapan pelaksanaan pembangunan.

"Besaran anggaran baru bisa dihitung setelah seluruh rencana detail selesai disusun. Dari situ pemerintah akan menentukan tahapan pembangunan sesuai kemampuan keuangan daerah," jelasnya.

Bupati Rettob berharap pengembangan kawasan wisata Potowayburu sudah dapat memasuki tahap awal pelaksanaan sebelum masa jabatannya sebagai Bupati Mimika berakhir.

Menurutnya, perencanaan yang matang akan menjadi fondasi penting untuk menghadirkan destinasi wisata baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja dan memperkuat sektor pariwisata Mimika di masa mendatang. (moa)