Lewati ke konten utama

Pemkab Asmat Buka Donasi Peduli Korban Gempa Flores, Penggalangan Dana hingga 31 Agustus

Redaksi Fajar PapuaPenulis
13.53 WIT2 menit baca274 dibaca
Seruan Pemda Asmat untuk donasi gempa Flores NTT
Seruan Pemda Asmat untuk donasi gempa Flores NTTFoto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Asmat, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat membuka penggalangan donasi kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penggalangan donasi ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Asmat terhadap saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi dampak bencana gempa.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) dan menyebabkan kerusakan serta kebutuhan kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak.

Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo menyampaikan, Pemkab Asmat membuka donasi mulai Rabu (19/8/2026) dan penggalangan dana akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

“Kita buka donasi mulai hari ini dan akan ditutup pada 31 Agustus. Seluruh sumbangan yang terkumpul akan langsung kita kirimkan untuk saudara-saudari kita di Flores,” ujar Bupati Safanpo saat membuka Karnaval Budaya Nusantara dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Yos Sudarso, Agats, Rabu (19/8/2026).

Bupati mengatakan, penggalangan donasi tersebut menjadi bagian dari semangat kemanusiaan dan gotong royong. Masyarakat Asmat diajak turut mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak bencana.

Menurutnya, kepedulian terhadap korban bencana tidak dibatasi jarak maupun wilayah. Sebagai sesama anak bangsa, masyarakat Asmat memiliki tanggung jawab moral untuk menunjukkan solidaritas kepada masyarakat Flores yang tengah membutuhkan dukungan.

Donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui mekanisme yang dikoordinasikan oleh Pemkab Asmat.

Bencana gempa Flores juga mendorong berbagai pihak memberikan bantuan kemanusiaan. Pemerintah, lembaga kemanusiaan, dunia usaha maupun masyarakat turut bergerak memberikan dukungan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan hunian sementara, obat-obatan dan bantuan lainnya sesuai kebutuhan di lapangan.

Hingga 18 Agustus 2026, Pemerintah Provinsi NTT melaporkan dana bantuan bencana yang masuk dan dikelola untuk penanganan tanggap darurat gempa mencapai sekitar Rp4,359 miliar. Dana tersebut berasal dari sejumlah pemerintah daerah dan masyarakat yang memberikan dukungan bagi penanganan bencana.

Pemkab Asmat berharap gerakan donasi ini dapat menggerakkan seluruh elemen masyarakat, termasuk aparatur sipil negara, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dunia usaha, pemuda dan masyarakat umum untuk bersama-sama memberikan dukungan.

Semangat tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa di tengah keberagaman dan perbedaan wilayah, rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa harus terus dijaga.

“Duka Flores adalah duka kita bersama. Dari Asmat, mari kita ulurkan tangan dan berbagi untuk saudara-saudara kita yang terdampak gempa,” kata Safanpo.

Pemkab Asmat mengajak masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam donasi untuk mengikuti informasi dan mekanisme resmi yang disampaikan pemerintah daerah agar bantuan dapat dihimpun dan disalurkan secara tepat sasaran. (Jef)