Lewati ke konten utama

Kenakan Busana Duka, Flobamorata Tampil Serba Hitam di Karnaval Budaya Nusantara Asmat, Empati untuk Korban Gempa Flores

Redaksi Fajar PapuaPenulis
12.10 WIT2 menit baca427 dibaca
Kerukunan keluarga Flobamorata Asmat tampil dengan busana serba hitam, simbol kedukaan
Kerukunan keluarga Flobamorata Asmat tampil dengan busana serba hitam, simbol kedukaanFoto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Asmat, fajarpapua.com – Karnaval Budaya Nusantara dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Kota Agats, Kabupaten Asmat, Rabu (19/8/2026), berlangsung meriah dengan menampilkan beragam kekayaan budaya Nusantara.

Di tengah kemeriahan tersebut, Kerukunan Keluarga Flobamorata Kabupaten Asmat tampil dengan nuansa berbeda. Para peserta mengenakan busana duka berwarna hitam sebagai bentuk solidaritas dan ungkapan empati terhadap masyarakat Flores yang menjadi korban bencana gempa bumi.

Penampilan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari atraksi budaya dalam karnaval, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan. Busana duka yang dikenakan menjadi simbol bahwa di tengah perayaan kemerdekaan, masyarakat Asmat, khususnya keluarga besar Flobamorata, turut merasakan duka dan penderitaan saudara-saudara mereka di Flores.

Dengan membawa pesan solidaritas, Flobamorata Asmat menunjukkan bahwa keberagaman budaya Indonesia dapat menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan kepedulian antarsesama.

Karnaval Budaya Nusantara menjadi ruang bagi masyarakat Asmat dan berbagai kelompok masyarakat untuk menampilkan identitas budaya masing-masing. Beragam pakaian adat, kesenian, dan simbol budaya mewarnai ruas jalan Kota Agats, menciptakan suasana semarak dalam peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.

Namun, kehadiran Flobamorata dengan busana duka memberikan pesan tersendiri. Di balik kemeriahan karnaval, terselip kepedulian terhadap sesama anak bangsa yang sedang mengalami musibah.

Pesan yang disampaikan sederhana namun kuat, duka di Flores adalah duka bersama. Solidaritas tersebut menjadi wujud nyata semangat persaudaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui penampilan tersebut, Flobamorata Asmat turut mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang bagaimana sesama anak bangsa saling menguatkan ketika menghadapi kesulitan.

(Jef)