Merauke, fajarpapua.com– Seorang penyandang disabilitas menjadi korban perampasan handphone yang memicu keributan di depan Toko Mitra Kita, Kabupaten Merauke, Sabtu (28/3) malam.
Insiden tersebut viral di media sosial setelah video aksi kejar-kejaran di lokasi kejadian beredar luas.
Peristiwa bermula saat korban tengah berjalan seorang diri, kemudian dihadang oleh seorang pria yang diduga sebagai pelaku.
Dalam kejadian itu, handphone milik korban diambil secara paksa. Korban selanjutnya kembali dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keluarganya.
Mendapat informasi itu, keluarga korban bersama sejumlah pemuda melakukan pencarian terhadap terduga pelaku.
Upaya tersebut membuahkan hasil setelah pria yang diduga pelaku ditemukan di sekitar depan Toko Mitra Kita.
Lokasi tersebut diketahui berada tidak jauh dari keberadaan anggota Satuan Lalu Lintas Polres Merauke.
Namun, situasi di lokasi dengan cepat memanas. Warga yang geram nyaris menghakimi terduga pelaku hingga memicu keributan. Aksi saling kejar pun terjadi dan sempat bergerak ke arah kantor lalu lintas.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat seorang penyandang disabilitas turut berlari di tengah kerumunan saat aksi kejar-kejaran berlangsung.
Hal ini sempat menimbulkan kesalahpahaman, karena korban terlihat seolah terlibat dalam keributan, padahal ia merupakan pihak yang dirugikan dalam peristiwa tersebut.
Aparat kepolisian yang berada di lokasi segera mengambil tindakan untuk mengendalikan situasi.
Namun, karena jumlah massa yang cukup banyak, kondisi sempat sulit dikendalikan.
Petugas kemudian melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan kerumunan.
Setelah upaya tersebut, massa perlahan membubarkan diri dan situasi kembali berangsur kondusif.
Hingga kini, pihak kepolisian masih menangani kasus tersebut untuk proses hukum lebih lanjut. (red)








Komentar (0)