Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), minyak tanah, dan LPG dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa hari ke depan.
Kepala Disperindag Mimika, Sabelina Fitriani, menyampaikan hal tersebut usai rapat koordinasi bersama sejumlah pihak terkait, termasuk Pertamina, agen minyak tanah, pimpinan SPBU, serta distributor LPG.
Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Disperindag Mimika, Rabu (1/4), guna menindaklanjuti isu kelangkaan energi yang sempat beredar di masyarakat.
“Berdasarkan hasil evaluasi, stok BBM baik subsidi maupun non-subsidi masih tersedia dan mencukupi,” ujarnya.
Ia merinci, stok BBM jenis pertalite saat ini mencapai sekitar 1.400 kiloliter (KL) dengan ketahanan hingga 13 hari ke depan. Selain itu, tambahan pasokan sebanyak 700 KL dijadwalkan masuk pada 2 April.
Sementara itu, stok bio solar tercatat sekitar 1.800 KL dengan ketahanan enam hari, mengingat penggunaannya juga diperuntukkan bagi sektor industri.
Penambahan pasokan solar juga dijadwalkan tiba dalam waktu dekat.
Untuk minyak tanah, sebanyak 300 KL telah masuk pada hari ini dengan ketahanan hingga 12 hari.
Sedangkan avtur tersedia 753 KL, dengan tambahan 1.500 KL yang telah sandar dan diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan hingga lima hari ke depan.
Di sisi lain, BBM jenis pertamax tercatat sebanyak 150 KL dengan ketahanan lima hari dan akan segera ditambah 200 KL.
Sementara dexlite tersedia sekitar 100 KL dengan ketahanan delapan hari, meski jadwal kedatangan pasokan berikutnya masih menunggu konfirmasi.
Adapun untuk LPG, stok tabung 5,5 kilogram saat ini berjumlah 2.520 tabung, LPG 12 kilogram sebanyak 1.522 tabung, dan LPG 50 kilogram mencapai 615 tabung.
Tambahan 210 tabung LPG 5,5 kilogram juga sedang dalam perjalanan menuju Mimika.
Meski secara umum stok dinyatakan aman, Sabelina mengakui sempat terjadi kekosongan di sejumlah pangkalan atau toko.
Namun, kondisi tersebut bukan disebabkan keterbatasan stok, melainkan distribusi yang belum merata.
“Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Stok yang ada masih cukup dan pasokan terus berjalan,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Disperindag Mimika akan meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM dan LPG, baik di SPBU maupun tingkat agen dan distributor.
Pengawasan juga mencakup memastikan seluruh penyalur memiliki izin resmi.
Pemerintah berharap dengan pengawasan yang diperketat serta kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan, distribusi energi di Mimika dapat tetap berjalan lancar tanpa menimbulkan keresahan. (moa)








Komentar (0)