Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menyatakan optimisme bahwa Jalur Selat Hormuz akan kembali beroperasi dalam waktu dekat. Meskipun situasi di kawasan masih tegang dan negosiasi baru dimulai di Pakistan, Trump percaya jalur strategis ini bisa segera dibuka kembali.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa upaya mengembalikan lalu lintas di Selat Hormuz tidaklah mudah, namun ia tetap yakin akan keberhasilannya. "Kami memiliki dukungan dari negara-negara lain yang turut membantu, dan kami berkomitmen membuka jalur ini segera," ujarnya seperti dikutip Reuters.
Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman sekitar 20 persen minyak dunia dan gas alam cair, sejak diblokade oleh Iran akibat ketegangan di kawasan, mengalami gangguan besar. Blokade ini memicu lonjakan harga minyak dunia dan mengganggu stabilitas pasar global, sementara lalu lintas kapal di kawasan tersebut masih terhenti hingga saat ini.
Di tengah ketegangan tersebut, Trump juga mengkritik sekutu NATO yang dinilai belum cukup membantu mengamankan jalur strategis tersebut. Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, dilaporkan telah menyampaikan permintaan kepada negara-negara Eropa agar memberikan komitmen konkret dalam waktu dekat untuk mendukung keamanan Selat Hormuz.
Meski sempat mengumumkan gencatan senjata dengan Iran, pergerakan kapal-kapal di kawasan ini tetap terhambat. Ketegangan meningkat setelah serangan dari AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang kemudian diikuti oleh balasan Iran dan serangan ke pangkalan militer AS di kawasan Teluk, menyebabkan konflik berkepanjangan dan mengakibatkan korban jiwa serta pengungsian massal.







