Iran secara tegas menyatakan tidak akan memindahkan persediaan uranium yang diperkaya ke negara lain, termasuk Amerika Serikat. Pernyataan ini menepis klaim yang disampaikan Presiden AS Donald Trump terkait kesepakatan pengembalian uranium Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk menyerahkan uranium Iran kepada Amerika Serikat. “Uranium yang diperkaya Iran tidak akan dipindahkan ke manapun,” katanya, membantah rumor yang beredar. Baqaei menambahkan bahwa dalam negosiasi terbaru, fokus utama Iran adalah menyelesaikan konflik ketimbang soal pengembalian uranium.
Sebelumnya, Trump melalui platform Truth Social menyebut bahwa AS akan mengangkut ‘debu nuklir’ Iran menggunakan ekskavator. Klaim ini merujuk pada uranium yang tersembunyi di bawah tanah akibat serangan militer AS ke Iran tahun lalu. Iran sendiri menyatakan bahwa pembicaraan pekan lalu lebih berorientasi pada upaya damai dan bukan pada pengembalian uranium.
Baqaei mengkritik keras pernyataan Trump, terutama terkait blokade Angkatan Laut AS di pelabuhan Iran. Ia menegaskan bahwa pembukaan dan penutupan Selat Hormuz bukan sekadar isu online, melainkan keputusan lapangan yang diambil berdasarkan situasi nyata dan kesiapan militer Iran untuk bertindak sebagai respons terhadap ancaman.
Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memperkirakan Iran masih menyimpan sekitar 440 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen, mendekati tingkat yang dibutuhkan untuk pembuatan bom nuklir. Iran diketahui memiliki cadangan uranium yang jauh melebihi batas 3,67 persen sesuai perjanjian tahun 2015, sebelum serangan militer AS pada Juni 2025.








Komentar (0)