Lewati ke konten utama

Partisipasi Masyarakat Ikut Cek Kesehatan Gratis di Papua Masih Rendah, Hingga Juli 2026 Baru Capai 9,82 Persen

Redaksi Fajar PapuaPenulis
FanEditor
15.54 WIT2 menit baca7 dibaca
Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri Wopari
Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri WopariFoto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri Wopari mengatakan, pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sembilan kabupaten/kota di Provinsi Papua masih terus berlangsung di seluruh puskesmas.

Program tersebut merupakan kebijakan Kementerian Kesehatan RI yang dilaksanakan secara nasional.

Beeri menjelaskan, berdasarkan data Januari hingga Juni 2026, jumlah penduduk di sembilan kabupaten/kota Papua mencapai lebih dari 1,08 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, target masyarakat yang mengikuti CKG sebanyak 479 ribu jiwa.

"Hingga saat ini baru 106.140 penduduk atau 9,82 persen yang mengikuti CKG. Capaian ini masih tergolong rendah dan masuk kategori merah," ujar Beeri, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, Kota Jayapura menjadi daerah dengan jumlah peserta CKG terbanyak. Namun, Dinas Kesehatan Provinsi Papua masih menunggu rekapitulasi data terbaru hingga awal Agustus 2026 dari seluruh kabupaten/kota.

Ia mengungkapkan, hingga akhir Juni 2026 petugas kesehatan di Kota Jayapura menemukan sekitar 79 ribu kasus penyakit melalui program CKG. Sementara di Kabupaten Biak Numfor ditemukan lebih dari 10 ribu kasus dan di Kabupaten Keerom lebih dari 6 ribu kasus.

"Daerah lain seperti Waropen dan Supiori masih mencatat temuan kasus di bawah 1.000. Rendahnya partisipasi masyarakat di daerah tersebut turut memengaruhi capaian CKG secara keseluruhan," katanya.

Beeri menilai rendahnya partisipasi masyarakat disebabkan masih banyak warga yang belum memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan saat dalam kondisi sehat, meski layanan tersebut diberikan secara gratis. Selain itu, kurangnya informasi, keterbatasan biaya transportasi, anggapan tidak sedang sakit, serta kesibukan masyarakat juga menjadi faktor penyebab rendahnya kunjungan ke fasilitas kesehatan.

"Setiap masyarakat memiliki kesempatan untuk memeriksakan kesehatannya secara gratis. Kami mengimbau masyarakat agar memanfaatkan program ini demi mendeteksi penyakit sejak dini," ujarnya.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Provinsi Papua bersama dinas kesehatan kabupaten/kota terus mendorong seluruh puskesmas agar aktif memberikan pelayanan CKG kepada masyarakat di wilayah masing-masing. (hsb)