Lewati ke konten utama

PLN Bangun Enam PLTS di Mimika Layani Tujuh Kampung Terpencil

Redaksi Fajar PapuaPenulis
13.01 WIT2 menit baca54 dibaca
Tim Leader Perencanaan Listrik Desa UP2K Papua Tengah Viktori Bunga Bongga
Tim Leader Perencanaan Listrik Desa UP2K Papua Tengah Viktori Bunga BonggaFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Nabire, fajarpapua.com- Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Papua Tengah menyiapkan pembangunan enam unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Distrik Jita, Kabupaten Mimika, untuk memperluas akses listrik bagi tujuh kampung terpencil yang belum dapat dijangkau jaringan listrik konvensional.

Tim Leader Perencanaan Listrik Desa UP2K Papua Tengah Viktori Bunga Bongga di Nabire, Kamis, mengatakan pembangunan PLTS menjadi solusi penyediaan listrik bagi wilayah yang lokasinya terpencar sehingga belum memungkinkan dihubungkan dengan jaringan distribusi PLN.

"Untuk pembangkit baru, rencananya di Mimika ada enam PLTS. Khusus enam PLTS di Distrik Jita ini dapat melayani tujuh kampung karena letak kampungnya terpencar-pencar," katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan enam PLTS tersebut telah melalui tahapan perencanaan mulai dari UP2K, PLN Unit Induk Wilayah, Divisi Listrik Desa PLN Kantor Pusat hingga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Menurut dia, setiap PLTS akan dibangun sesuai kebutuhan masing-masing kampung dengan kapasitas pembangkit yang bervariasi, mulai sekitar 10 kilowatt-peak (kWp), 15 kWp, hingga kapasitas yang lebih besar sesuai jumlah pelanggan.

Listrik yang dihasilkan nantinya disalurkan ke rumah-rumah warga menggunakan meteran prabayar dengan pilihan daya 450 VA, 900 VA, maupun 1.300 VA.

Selain membangun pembangkit, PLN juga menyiapkan operator di setiap lokasi untuk mengoperasikan sekaligus melakukan pemeliharaan sistem PLTS.

"Masing-masing PLTS ada operatornya untuk pengoperasian dan perawatan. Mereka juga membantu masyarakat terpencil dalam pembelian token listrik selain melalui pembelian daring atau dititipkan kepada keluarga di kota," ujarnya.

Ia mengatakan pembangunan enam PLTS tersebut diproyeksikan melayani sekitar 1.136 calon pelanggan baru.

Ia menambahkan, apabila seluruh rencana pembangunan listrik desa tahun 2026 dapat direalisasikan, rasio elektrifikasi PLN di Papua Tengah diperkirakan meningkat dari 53,01 persen menjadi 53,9 persen, sedangkan rasio elektrifikasi total naik dari 94,7 persen menjadi 95,5 persen.(ant)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.