Gubernur negara bagian Sinaloa, Ruben Rocha Moya, resmi mengundurkan diri sementara dari jabatannya setelah menghadapi dakwaan terkait perdagangan narkoba di pengadilan Amerika Serikat. Keputusan ini diambil menyusul penetapan dakwaan terhadap dirinya dan sembilan pejabat tinggi Meksiko lainnya yang diumumkan di New York pada Jumat (2/5).
Rocha, yang menjabat sejak 2021, dituduh terlibat membantu faksi kartel narkoba yang dipimpin oleh kelompok "Los Chapitos", anak-anak dari gembong narkoba terkenal Joaquin "El Chapo" Guzman. Dakwaan menyebutkan bahwa Rocha diduga melakukan pertemuan dengan kelompok tersebut dan menjanjikan dukungan politik, termasuk penempatan pejabat yang bersimpati terhadap operasi kartel, menjelang pemilihan umum.
Dalam konferensi pers, Rocha membantah seluruh tuduhan dan menyatakan bahwa pengunduran dirinya bertujuan mendukung proses penyelidikan hukum. Ia menegaskan, "Permintaan saya untuk mundur sementara bertujuan memfasilitasi tindakan otoritas Meksiko dalam penyelidikan ini," sambil menambahkan bahwa dirinya tidak merasa bersalah dan menjaga hati nuraninya tetap bersih.
Keputusan Rocha mundur diambil beberapa jam setelah Kejaksaan Agung Meksiko menyatakan belum cukup bukti untuk menahan dirinya terkait permohonan ekstradisi dari AS. Menteri Keamanan dan Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melindungi siapa pun yang terbukti bersalah dan menekankan bahwa proses hukum sepenuhnya berada di tangan kejaksaan.
Kasus ini menjadi babak baru dalam konflik panjang antara pemerintah dan kartel narkoba di Meksiko, yang semakin kompleks setelah pecahnya faksi di dalam kelompok Sinaloa pasca penangkapan El Chapo. Tuduhan dari AS menuduh Rocha dan pejabat lain membantu menyelundupkan narkotika ke AS dan melindungi pimpinan kartel dari penegakan hukum, dengan imbalan jutaan dolar.








