Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Adik Presiden Irlandia Ikut Ditahan Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla

Adik Presiden Irlandia Ikut Ditahan Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Jakarta - Margaret Connolly, adik dari Presiden Irlandia Catherine Connolly, menjadi salah satu dari enam warga negara Irlandia yang ditahan pasukan Israel saat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dicegat di perairan internasional. Peristiwa ini terjadi pada Senin (18/5) waktu setempat ketika konvoi kapal yang berusaha membantu rakyat Gaza tersebut diserang dan ditahan oleh pasukan Zionis.

Menurut keterangan dari penyelenggara flotilla, sekitar 10 dari 60 kapal dalam konvoi tersebut dicegat dan dikuasai Israel di lepas pantai Siprus, sekitar 70 nautical miles dari pantai. Enam warga Irlandia, termasuk Margaret Connolly, mengalami penangkapan oleh pasukan Israel saat mereka berusaha membantu blokade Gaza yang dilakukan Israel. Sebuah video yang dirilis oleh flotilla menunjukkan Margaret Connolly dan lima aktivis lainnya sebelum aksi penangkapan, di mana mereka menyatakan perasaan bangga terhadap partisipasi mereka dalam misi kemanusiaan terbesar sejauh ini.

Dalam rekaman tersebut, Connolly menyatakan, "Jika Anda menyaksikan video ini, berarti saya sudah ditangkap oleh pasukan Israel dan ditahan secara ilegal di penjara mereka." Ia menegaskan kembali komitmennya terhadap misi ini dan merasa bangga bisa bergabung, meskipun harus menghadapi risiko penangkapan. Pasukan Israel diketahui juga menyerang dan menahan sekitar 100 aktivis yang berusaha menerobos blokade saat konvoi berlayar dari Turki menuju Gaza.

Konvoi flotilla yang terdiri dari 50 kapal ini mulai berlayar dari pelabuhan Marmara, Turki, pada Kamis pekan lalu dan melibatkan 426 peserta dari 39 negara, termasuk Indonesia. Selain warga Irlandia, peserta datang dari berbagai negara seperti Turki, Jerman, Amerika Serikat, Argentina, Australia, dan banyak lainnya. Sebelumnya, pada 29 April, pasukan Israel juga menyerang armada bantuan yang beroperasi di lepas pantai Pulau Kreta, Yunani, sebagai bagian dari aksi penolakan terhadap blokade Gaza.