Timika, fajarpapua.com – Realisasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika hingga awal Juni 2026 baru mencapai sekitar Rp 800 miliar atau masih di bawah 15 persen dari total APBD tahun ini yang sebesar Rp 5,6 triliun.
Penyerapan anggaran tersebut saat ini masih didominasi oleh belanja rutin pemerintah daerah.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika, Marthen Tappi Mallisa, mengatakan pergerakan penyerapan anggaran mulai terlihat memasuki triwulan kedua tahun berjalan.
Namun, realisasi terbesar masih berasal dari belanja pegawai serta belanja barang dan jasa.
“Progres penyerapan sudah mulai berjalan. Saat ini sebagian besar masih berasal dari belanja pegawai dan belanja barang serta jasa,” kata Marthen usai mengikuti apel gabungan di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Jalan Poros SP3, Senin (8/6).
Menurutnya, penyerapan anggaran untuk sektor pembangunan fisik belum menunjukkan angka signifikan karena sebagian besar kegiatan masih berada dalam tahapan pelaksanaan dan proses administrasi pekerjaan.
Ia menjelaskan, realisasi belanja modal diperkirakan akan meningkat seiring dimulainya proyek-proyek pembangunan di lapangan dan masuk pada tahap pembayaran pekerjaan.
“Untuk pembangunan fisik memang belum terlalu terlihat karena sebagian besar kegiatan masih berproses. Nanti ketika pekerjaan berjalan dan progresnya meningkat, penyerapan anggaran juga akan ikut bertambah,” ujarnya.
Meski serapan anggaran masih rendah pada semester pertama, Pemerintah Kabupaten Mimika tetap optimistis realisasi APBD akan meningkat pada semester kedua tahun anggaran 2026.
Peningkatan itu diharapkan terjadi seiring percepatan pelaksanaan program dan kegiatan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Marthen juga berharap seluruh OPD dapat segera memaksimalkan program yang telah direncanakan agar target penyerapan anggaran dapat tercapai sesuai harapan pemerintah daerah.
“Semua program yang sudah direncanakan perlu segera dijalankan. Dengan begitu, target penyerapan anggaran yang telah ditetapkan dapat terealisasi secara optimal hingga akhir tahun,” tuturnya.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh program pembangunan, pelayanan publik, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dialokasikan dalam APBD 2026 dapat berjalan sesuai jadwal sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat Mimika. (moa)



