Lewati ke konten utama
Breaking News

Lima Tahun Dinkes Mimika Tak Mampu Penuhi Target Imunisasi, Risiko KLB Masih Mengintai

Timika, fajarpapua.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mengakui belum mampu memenuhi target capaian imunisasi nasional dalam lima tahun terakhir. Rendahnya cakupan imunisasi tersebut din

Redaksi Fajar PapuaPenulis
14.30 WIT2 menit baca30 dibaca
Ilustrasi
IlustrasiFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mengakui belum mampu memenuhi target capaian imunisasi nasional dalam lima tahun terakhir.

Rendahnya cakupan imunisasi tersebut dinilai menjadi ancaman serius karena berpotensi memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Mimika, Linus MR Dumatubun, saat kegiatan evaluasi program imunisasi bersama Puskesmas, klinik swasta, dan rumah sakit, Selasa (9/6).

Linus mengatakan, selama lima tahun terakhir target imunisasi sebesar 90 persen tidak pernah tercapai di Kabupaten Mimika.

Bahkan khusus program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), capaian setiap antigen rata-rata masih berada di bawah 80 persen.

“Kondisi ini menjadi perhatian serius karena target nasional untuk BIAS sebenarnya 95 persen, namun di Mimika belum pernah tercapai,” ujarnya.

Menurut Linus, rendahnya cakupan imunisasi menunjukkan masih lemahnya pelaksanaan program di lapangan, mulai dari pelaporan, pelayanan, hingga kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi lengkap bagi anak.

Ia menjelaskan, program imunisasi mencakup imunisasi dasar lengkap, Baduta, Balita, imunisasi anak sekolah, hingga wanita usia subur (WUS).

Namun, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi berbagai kendala yang perlu dievaluasi bersama seluruh fasilitas kesehatan.

Karena itu, Dinas Kesehatan Mimika menggelar pertemuan evaluasi untuk membahas teknis pelaksanaan imunisasi, penginputan data ke aplikasi, alur pelaporan dari fasilitas kesehatan, hingga pengelolaan dan distribusi logistik.

“Kami ingin semua fasilitas kesehatan menyampaikan hambatan yang dihadapi di lapangan supaya bisa dicarikan solusi bersama,” kata Linus.

Ia menambahkan, rendahnya cakupan imunisasi selama lima tahun terakhir menjadi gambaran bahwa potensi terjadinya KLB di Mimika masih sangat tinggi apabila tidak ada perbaikan serius dalam pelaksanaan program imunisasi.

Padahal, menurutnya, program BIAS telah dirancang agar mudah dijalankan karena dilakukan secara berkelompok di sekolah-sekolah dengan jadwal pelaksanaan cukup panjang, yakni dari Agustus hingga November 2026.

Sementara itu, Kepala Seksi Imunisasi Dinas Kesehatan Mimika, Nelsi Bungan Allo, menilai masih rendahnya pemahaman masyarakat menjadi salah satu penyebab capaian imunisasi belum maksimal.

Ia mengungkapkan masih banyak orang tua yang menganggap imunisasi cukup dilakukan satu kali tanpa mengikuti jadwal lengkap yang telah ditentukan pemerintah.

“Sampai sekarang masih ada ibu-ibu yang mengira kalau sudah mendapat imunisasi, urusannya selesai. Padahal ada tahapan lengkap agar anak benar-benar terlindungi,” ujarnya.

Dinkes Mimika berharap evaluasi program imunisasi tahun ini dapat menjadi langkah awal memperbaiki capaian imunisasi sekaligus mencegah potensi wabah penyakit di Kabupaten Mimika.(mas)