Timika, fajarpapua.com – Suara deru baling-baling memecah langit Timika. Dalam hitungan menit setelah sinyal darurat diterima, dua helikopter TNI Angkatan Udara bergerak cepat menembus skenario medan rawan untuk menyelamatkan korban luka tembak yang membutuhkan pertolongan segera.
Aksi dramatis tersebut tersaji dalam simulasi Medical Evacuation (Medevac) yang digelar di Lanud Yohanis Kapiyau Timika yang berlangsung pekan lalu sebagai bagian dari Latihan Kesiagaan II Kodau III "Maleo Perkasa" Tahun Anggaran 2026.
Dengan skenario menyerupai operasi sesungguhnya, pusat komando menerima laporan adanya korban luka tembak di wilayah berisiko tinggi.
Tanpa menunggu lama, dua helikopter andalan TNI AU dengan call sign H-2209 dan H-2211 langsung diterbangkan menuju titik ekstraksi.
Ketegangan terasa ketika personel Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) bergerak mengamankan lokasi pendaratan.
Di tengah situasi yang digambarkan penuh ancaman, tim medis bersiaga di dalam kabin untuk memberikan pertolongan pertama demi menyelamatkan nyawa korban.
Setelah korban berhasil dievakuasi dari titik kejadian, helikopter segera lepas landas menuju Lanud Yohanis Kapiyau.
Setibanya di pangkalan, ambulans yang telah bersiaga langsung membawa korban ke rumah sakit rujukan untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Panglima Kodau III, Marsda TNI Azhar Aditama, menegaskan latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya nyata membangun kesiapsiagaan personel dalam menghadapi situasi krisis yang dapat terjadi kapan saja.
"Latihan ini merupakan sarana untuk meningkatkan kesiapan dan profesionalisme prajurit dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi di lapangan. Setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman dan efektif," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Simulasi Medevac tersebut tidak hanya menguji kemampuan terbang para penerbang helikopter, tetapi juga menilai kecepatan respons, koordinasi lintas satuan, serta ketepatan komando dan kendali dalam operasi penyelamatan.
Bagi masyarakat, evakuasi medis udara identik dengan misi kemanusiaan yang berpacu dengan waktu.
Setiap detik menjadi penentu keselamatan korban.
Karena itu, kesiapan alutsista, keterampilan awak udara, kecepatan Pasgat, hingga kemampuan tenaga medis harus berjalan dalam satu irama yang solid.
Lanud Yohanis Kapiyau Timika menjadi salah satu dari empat pangkalan udara jajaran Kodau III yang dilibatkan dalam Latihan Maleo Perkasa 2026.
Namun, simulasi Medevac di Timika menjadi perhatian tersendiri karena menggambarkan operasi penyelamatan di daerah rawan yang membutuhkan keberanian, ketelitian, dan keputusan cepat.
Aksi heroik dua helikopter TNI AU di langit Timika tersebut menjadi penegasan prajurit TNI AU tidak hanya menjaga kedaulatan udara Indonesia, tetapi juga siap menjadi garda terdepan dalam misi kemanusiaan demi menyelamatkan nyawa, kapan pun dan di mana pun dibutuhkan. (mas)








