Lewati ke konten utama

DP3AP2KB Mimika Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan di Berbagai Sektor

Redaksi Fajar PapuaPenulis
FanEditor
15.38 WIT2 menit baca131 dibaca
Foto bersama peserta pelatihan advokasi peningkatan partisipasi perempuan di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Timika, Selasa (23/6/2026).
Foto bersama peserta pelatihan advokasi peningkatan partisipasi perempuan di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Timika, Selasa (23/6/2026).Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah melalui peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan advokasi peningkatan partisipasi perempuan di bidang politik, hukum, sosial, dan ekonomi yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Selasa (23/6/2026).

Pelatihan diikuti perwakilan berbagai organisasi perempuan di Kabupaten Mimika, diantaranya Persit, Bhayangkari, Persekutuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI), serta sejumlah organisasi dan komunitas perempuan lainnya.

Bupati Mimika dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Petrus Pali Ambaa menyampaikan, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menilai perempuan memiliki potensi besar untuk berkontribusi di berbagai bidang kehidupan sehingga peningkatan kapasitas perlu terus dilakukan agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mengambil bagian dalam proses pembangunan.

“Pelatihan ini bukan hanya menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman, tetapi juga sarana memperkuat komitmen bersama untuk menghadirkan perempuan yang berdaya, mandiri, terlindungi, serta memiliki kesempatan yang sama dalam pembangunan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat organisasi-organisasi perempuan di Mimika sehingga semakin solid, memiliki wawasan yang luas, dan mampu menjadi motor penggerak perubahan ditengah masyarakat.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Mimika Johana AB Arwam menjelaskan, pelatihan advokasi dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan memperkuat peran perempuan dalam organisasi maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.

Untuk mendukung tujuan itu, DP3AP2KB menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai disiplin ilmu, termasuk psikolog, yang memberikan materi mengenai kepemimpinan, penguatan kapasitas diri, serta strategi advokasi perempuan.

“Materi yang diberikan difokuskan pada penguatan peran perempuan agar mampu berkontribusi secara aktif dan strategis dalam organisasi maupun lingkungan sosialnya,” katanya.

Johana menambahkan, pelatihan serupa akan kembali dilaksanakan pada Rabu (24/6/2026) dengan melibatkan peserta dari organisasi kerukunan dan keagamaan guna memperluas jangkauan pemberdayaan perempuan di Kabupaten Mimika.

Ia berharap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan menerapkan ilmu yang diperoleh dalam organisasi maupun kehidupan sehari-hari. “Melalui kegiatan ini kami berharap lahir perempuan-perempuan tangguh yang mampu menjadi agen perubahan, memperjuangkan hak-hak perempuan, sekaligus berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” tuturnya. (moa)