Lewati ke konten utama

Kelompok Tani Mandiri Paive Kampung Nawaripi Berhasil Panen Perdana Padi Gogo

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
15.53 WIT2 menit baca162 dibaca
Foto bersama
Foto bersamaFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Kelompok Tani Mandiri Paive yang beranggotakan Orang Asli Papua (OAP) dari Suku Kamoro berhasil melaksanakan panen perdana padi gogo di lahan pertanian Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (24/6).

Keberhasilan ini menjadi bukti masyarakat Kamoro tidak hanya mampu mengembangkan sektor perikanan, tetapi juga pertanian.

Ketua Kelompok Tani Mandiri Paive, Viktoria Mahuze mengungkapkan kegembiraannya karena bersama para anggota yang seluruhnya merupakan warga asli Kamoro, berhasil membuktikan keberhasilan dalam budidaya padi gogo.

"Padi Gogo yang kami tanam dapat berkembang dengan baik di wilayah Nawaripi. Hasil panen perdana dinilai cukup memuaskan dan menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya untuk mengembangkan sektor pertanian," ujarnya.

Mewakili Dinas Pertanian Kabupaten Mimika, Kasi Pembenihan dan Perlindungan Tanaman Pangan, Hengki Youw, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan kelompok tani tersebut.

Menurutnya, panen perdana ini menjadi bukti bahwa padi gogo mampu tumbuh dengan baik di wilayah Timika, khususnya Kampung Nawaripi.

"Kami sangat senang melihat keberhasilan panen pertama kelompok tani Mandiri yang berasal dari masyarakat Kamoro. Ini menunjukkan bahwa padi gogo memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Mimika," ujarnya.

Sementara Kapten Lek Heri Cahyono selaku Kepala Seksi Bakti Lanud YKU mewakili Komandan Lanud Yohanis Kapiyau, Kolonel Pnb Taufik Andriadi menyampaikan apresiasi kepada perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Mimika, para penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani binaan, serta masyarakat Kampung Nawaripi.

Menurutnya Bintara Pembina Teritorial Angkatan Udara (Babinterau) Lanud Yohanis Kapiyau (YKU), Serka Kasimirus Anitu selama ini membina Kelompok Tani Mandiri Paive.

"Selain membantu proses panen, ia juga turun langsung merontokkan padi menggunakan mesin perontok bersama para petani," ungkapnya.

Pendampingan yang dilakukan Babinterau Lanud YKU ini diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan masyarakat, meningkatkan produktivitas pertanian, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga Kampung Nawaripi.

Seusai acara panen perdana para petani melanjutkan kegiatan perontokan padi menggunakan mesin perontok untuk mempercepat proses pascapanen.

Selain itu juga dilakukan sosialisasi pembuatan pupuk organik (kompos) berbahan sekam padi, pelatihan tersebut bertujuan agar limbah hasil panen dapat dimanfaatkan menjadi pupuk ramah lingkungan guna meningkatkan kesuburan lahan sekaligus menekan biaya produksi petani.(mas)