Lewati ke konten utama

Pengurus TP PKK Distrik Wania Resmi Dilantik, Perkuat Sinergi Tekan Stunting dan Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
16.41 WIT3 menit baca192 dibaca
Foto bersama
Foto bersamaFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Pengurus Tim Penggerak (TP) PKK Distrik Wania resmi dilantik, Jumat (26/6), sebagai langkah memperkuat sinergi antara PKK dan Pemerintah Kabupaten Mimika dalam menekan angka stunting, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta mendukung pembangunan hingga tingkat RT dan RW.

Pelantikan yang dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Mimika, Ny. Suzy Rettob, berlangsung penuh semangat dan dihadiri Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Fransiskus Bokeyau, Kepala Distrik Wania Ria N. Mandiwa, jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Mimika, para lurah, kepala kampung, serta tamu undangan lainnya.

Mewakili Bupati Mimika, Fransiskus Bokeyau menegaskan pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat peran strategis PKK sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.

"Tim Penggerak PKK memiliki peran yang sangat penting dalam membangun ketahanan keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong partisipasi aktif kaum perempuan dalam berbagai aspek pembangunan. Melalui 10 Program Pokok PKK, organisasi ini telah menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga," ujarnya.

Ia berharap pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan komitmen serta segera menyusun program kerja yang selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Fransiskus, sejumlah isu strategis harus menjadi perhatian utama PKK, mulai dari peningkatan kesejahteraan keluarga, pendidikan anak, kesehatan ibu dan anak, percepatan penanganan stunting, pemberdayaan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, hingga pembinaan generasi muda.

"Keberhasilan program PKK tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan pemerintah distrik, pemerintah kampung, lembaga kemasyarakatan, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Mimika, Ny. Suzy Rettob, mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk memahami dan menjalankan 10 Program Pokok PKK sebagai pedoman dalam melayani masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara PKK dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

"PKK harus hadir memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi keluarga," ujarnya.

Suzy juga menekankan pentingnya fokus terhadap percepatan penurunan angka stunting, peningkatan kualitas Posyandu, penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pencegahan anak putus sekolah, hingga pencegahan pernikahan usia dini.

Selain itu, ia mengajak seluruh kader PKK mendukung gerakan ketahanan pangan keluarga melalui program Satu Rumah Satu Pohon Cabai sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga.

Di kesempatan yang sama, Kepala Distrik Wania, Ria N. Mandiwa, mengatakan pembentukan kepengurusan TP PKK Distrik Wania melalui proses yang cukup panjang hingga akhirnya resmi dilantik.

Ia berharap PKK menjadi mitra strategis pemerintah distrik dalam menjangkau kebutuhan masyarakat hingga tingkat RT dan RW.

"Kami berharap keberadaan TP PKK Distrik Wania dapat membantu pemerintah menyentuh langsung kebutuhan masyarakat serta mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika. Pemerintah Distrik membuka ruang komunikasi seluas-luasnya untuk bersama-sama membangun Distrik Wania," katanya.

Ketua TP PKK Distrik Wania, Goldfrid Lesomar, menegaskan kepengurusan yang baru akan mengedepankan kekompakan dan komunikasi yang baik dalam menjalankan seluruh program organisasi.

Ia mengatakan fokus utama kepengurusan adalah melaksanakan 10 Program Pokok PKK dengan prioritas pada peningkatan kesejahteraan keluarga, kesehatan ibu dan anak, pemberdayaan perempuan, penguatan Posyandu, pendidikan anak usia dini, serta pengembangan ekonomi keluarga melalui berbagai kelompok usaha masyarakat.