Timika, fajarpapua.com - Seorang pria yang berprofesi sebagai tukang cukur bernama Bambang (55) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Pasar Minggu SP 1, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Kamis (25/6) malam.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara mengindikasikan korban meninggal akibat sakit karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.
Kapolsek Mimika Baru, AKP Mattinetta, mengungkapkan, personel Polsek Mimika Baru bersama Unit Inafis Polres Mimika langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
"Benar, korban bernama Bambang. Berdasarkan hasil olah TKP oleh Unit Inafis Polres Mimika, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum. Dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit," ujarnya.
Selain itu menurut keterangan tetangga pada hari Rabu, 24 Juni 2025 sekitar pukul 14.30 WIT dirinya bertemu dengan korban di Mushollah Al - Amin.
Saat itu sambil baring-baring korban mengeluhkan sakit demam dan menggigil sehingga dirinya sempat menyuruh almarhum untuk berobat.
"Ada tetangganya juga sempat melihat korban dan mengeluh sakit, kemudian disuruh untuk berobat. Setelah itu dia tidak tau kondisi almarhum selanjutnya dan ditemukan sudah meninggal," ujarnya.
Untuk kronologi penemuan mayat Kapolsek menjelaskan berawal dari saksi berinisial HFE yang merupakan rekan korban ditempat kerja pangkas rambut mendatangi kos almarhum untuk mengajak ikut Yasinan.
Sesampainya di rumah kos almarhum saksi HFE menggedor-gedor pintu namun almarhum tidak mersempon.
Selanjutnya saksi HFE menanyakan kepada tetangga kosnya almarhum namun menurut tetangganya juga tidak mengetahui keberadaannya korban.
Kemudian saksi HFE mengambil tangga dan naik mengecek almarhum melalui lubang ventilasi melihat almarhum terbring dengan posisi terlentang dengan mengenakan celana pendek tanpa memakai baju.
Saksi kembali menggedor pintu dan memanggil almarhum namun tidak di respon.
Karena curiga terjadi sesuatu terhadap almarhum, saksi bersama dua orang kemudian mendobrak pintu dan mendapati yang bersangkutan sudah meninggal dunia.
"Berdasarkan keterangan saksi dirinya hendak mengajak almarhum Yasinan dan diketuk pintu kosnya tidak menjawab kemudian diintip dari ventilasi terlihat almarhum terbaring tetapi dipanggil tidak mendengar kemudian pintu kosnya didobrak dan mendapati almarhum sudah meninggal," jelasnya.
"Menurut saksi HFE yang merupakan rejan kerja almarhum di Pangkas Rambut HARMONIS, Bambang terakhir kali bekerja pada hari Rabu, 24 Juni 2026. Almarhum tinggal sendiri di Kota Timika istri dan anaknya berada di kampung," ujarnya.(ron)








