Timika, fajarpapua.com- Bupati Mimika, Papua Tengah, Johannes Rettob mengatakan kebutuhan ayam pedaging (broiler) untuk memenuhi konsumsi masyarakat di daerahnya mencapai 750 ton per bulan.
Menurut dia, di Timika, Rabu, dari jumlah itu, produksi yang dihasilkan para peternak ayam di Mimika hanya mencapai 30 ton per bulan.
"Sisanya, dipasok dari luar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di Mimika," katanya saat pelantikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Mimika masa bakti 2026-2031.
Ia menyebut salah satu alasan rendahnya produksi ayam pedaging oleh peternak di Mimika karena mahalnya harga jual pakan.
Harga pakan ayam pedaging di Mimika kemasan 50 kilogram dijual dengan harga Rp505.000 hingga Rp525.000
"Kenapa dari luar karena harga ayamnya lebih murah dibanding dengan di Mimika. Di Mimika mahal karena harga pakan juga sangat mahal," ujarnya.
Ia berharap dengan pelantikan pengurus Kadin Mimika dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendatangkan investor untuk membangun pabrik pakan ayam pedaging di Mimika guna mendorong peningkatan produksi di wilayahnya.
"Saya mengajak Kadin Mimika bekerja sama dengan pihak lain untuk buka pabrik pakan di Mimika ini supaya kita bisa buat perekonomian di Mimika ini hidup, dengan dibukanya pabrik pakan, saya yakin pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan," ujarnya.
Johannes menambahkan bahwa meskipun produksi ayam pedaging rendah, namun Mimika telah swasembada telur ayam.
Kabupaten Mimika saat ini sudah tidak lagi memasok telur ayam dari luar Mimika.
"Produksi ayam petelur Mimika sudah surplus, sudah over 11 ton per bulan dan sekarang kami sudah bisa pasok ke kabupaten lain," ujarnya.(ant)









