Lewati ke konten utama

TPNPB-OPM Klaim Sejumlah Aparat Keamanan Jadi Korban Kontak Tembak di Intan Jaya, Satu Orang Gugur

Redaksi Fajar PapuaPenulis
FanEditor
17.20 WIT2 menit baca221 dibaca
TPNPB OPM
TPNPB OPMFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – TPNPB-OPM mengklaim delapan aparat keamanan menjadi korban dalam kontak senjata di Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Minggu (27/6).

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom dalam keterangan tertulis yang diterima media, Senin (29/6), menyebut laporan tersebut berasal dari pimpinan TPNPB wilayah Intan Jaya, Aibon Kogoya.

Menurut Sebby, seorang prajurit yang diidentifikasi sebagai aparat TNI dilaporkan tewas akibat luka tembak di bagian bahu kanan di Kampung Taosiga. Selain itu, tiga lainnya mengalami luka tembak di paha kiri, korban lain di bagian dada dan korban selanjutnya di paha kanan.

TPNPB-OPM juga mengklaim seluruh personel Satgas TNI yang menjadi korban telah dievakuasi menggunakan pesawat sipil menuju Timika untuk penanganan medis serta proses pemulasaraan jenazah.

"Mayor Aibon Kogoya dan pasukannya bertanggung jawab atas tewasnya satu personil TNI, serta tujuh orang lainnya luka-luka dalam aksi baku tembak dengan pasukan TPNPB di Distrik Agisiga," katanya.

Lebih lanjut, TPNPB-OPM menuduh aparat militer Indonesia melakukan serangan balasan menggunakan helikopter, drone, bom, dan peluncur roket (RPG) setelah kontak senjata tersebut.

Kelompok itu mengklaim operasi militer yang berlangsung sejak 26 hingga 29 Juni 2026 menyebabkan masyarakat di Distrik Agisiga mengungsi serta mengakibatkan rumah-rumah warga dan gereja terbakar.

Dalam pernyataannya, Sebby juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya Dewan Keamanan PBB dan Dewan HAM PBB, untuk melakukan investigasi terkait situasi kemanusiaan dan dugaan pelanggaran hukum humaniter di Papua.

Kami meminta agar aparat keamanan hentikan memasang ranjau bom di pemukiman warga sipil di wilayah-wilayah konflik bersenjata di Tanah Papua karena hal tersebut telah dilarang oleh hukum internasional," ungkapnya.(ron)