Lewati ke konten utama

MBG Jadi Penggerak Ekonomi Petani OAP di Mimika, Hasil Pertanian Mama-Mama Papua Diserap SPPG

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
09.05 WIT2 menit baca83 dibaca
Siswa saat menikmati MBG
Siswa saat menikmati MBGFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, tidak hanya mendukung pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi bagi petani Orang Asli Papua (OAP).

Melalui pemanfaatan bahan pangan lokal, hasil pertanian mama-mama Papua kini terserap secara rutin oleh tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala Seksi Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Mimika, Husnia, mengatakan tiga SPPG yang berada di Jalan Kelapa Gading, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, serta dua SPPG di kawasan SP 3, Kelurahan Karang Senang, Distrik Kuala Kencana, secara rutin menggunakan hasil pertanian lokal sebagai bahan baku Program MBG.

"Ada tiga SPPG yang selalu meminta kami untuk memasok hasil pertanian lokal dan kami selalu penuhi," kata Husnia.

Komoditas yang dipasok meliputi berbagai jenis umbi-umbian seperti ubi jalar (petatas) dan keladi, serta sayuran lokal seperti daun singkong dan pakis.

Seluruh hasil pertanian tersebut dibeli langsung dari petani lokal, khususnya mama-mama Papua yang menjadi binaan DKP Mimika.

"Mereka pesan dan kami langsung mengambilnya dari petani lokal mama-mama Papua yang ada di Mimika," ujarnya.

Menurut Husnia, tingginya permintaan dari SPPG membawa dampak positif terhadap pendapatan petani OAP.

Para petani mengaku lebih terbantu karena hasil panen mereka dibeli dalam jumlah besar dan secara rutin.

"Masyarakat senang karena kalau SPPG yang pesan itu sekali pesan dalam jumlah banyak. Kalau dijual di pasar kadang lakunya sedikit walaupun berjam-jam berjualan," jelasnya.

Dalam satu kali pemesanan, kebutuhan umbi-umbian dapat mencapai sekitar 300 kilogram, dengan jadwal pengiriman dilakukan satu kali setiap pekan.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, DKP bekerja sama dengan sejumlah kelompok tani binaan.

"Kami turun ke petani binaan, ada beberapa kelompok untuk menyiapkan pesanan tersebut," katanya.

DKP Mimika berharap semakin banyak SPPG di wilayah Mimika yang memanfaatkan bahan pangan lokal melalui koordinasi dengan dinas.

Langkah ini dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Orang Asli Papua.

Selain memenuhi kebutuhan Program MBG, DKP Mimika juga memasok hasil pertanian lokal ke salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Mimika.

Permintaan terhadap komoditas seperti keladi dan petatas juga terus berlangsung.

"Untuk permintaan keladi dan petatas di rumah sakit itu mereka juga selalu menghubungi kami," tutur Husnia. (red)