Timika, fajarpapua.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob menegaskan Pemerintah Kabupaten Mimika bersikap netral dalam pelaksanaan Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) dan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Mimika.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Rettob ditengah pelaksanaan Rapimpurda dan Musda KNPI yang memasuki hari ketiga di Ballroom Hotel Cartenz, Jalan Budi Utomo Timika, Rabu (1/7).
Menurutnya, pemerintah tidak memberikan dukungan kepada kandidat mana pun dalam pemilihan Ketua KNPI.
"Pemkab Mimika tidak berada di pihak calon mana pun. Kami menghormati proses demokrasi yang sedang berjalan di KNPI. Biarkan seluruh peserta Musda menentukan pilihannya sesuai hati nurani dan mekanisme organisasi. Siapa pun yang terpilih adalah pilihan keluarga besar KNPI dan pemerintah siap bekerja sama dengan kepengurusan yang sah," ujarnya.
Ia mengatakan, pemilihan Ketua KNPI merupakan urusan internal organisasi yang harus diselesaikan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Karena itu, pemerintah menghormati sepenuhnya hak peserta Musda dalam menentukan pemimpin organisasi tersebut.
Bupati menilai KNPI merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun generasi muda. Karena itu, Musda diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan dan solidaritas pemuda, bukan sebaliknya memunculkan perpecahan.
Orang nomor satu di Mimika itu juga mengajak seluruh kandidat beserta pendukungnya menjaga etika organisasi dan menciptakan situasi yang kondusif hingga seluruh tahapan Musda selesai.
"Kompetisi adalah hal yang biasa dalam organisasi. Tetapi setelah proses ini selesai, tidak boleh ada lagi sekat-sekat. Yang dibutuhkan Mimika hari ini adalah pemuda yang bersatu, saling merangkul, dan bersama-sama memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah," katanya.
Dikemukakan, pemerintah tidak memiliki kepentingan terhadap siapa yang akan memimpin KNPI. Yang diharapkan adalah lahirnya pemimpin yang mampu mengakomodasi seluruh organisasi kepemudaan, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pemerintah.
Ia juga mengajak seluruh pemuda di Mimika saling menghargai ditengah keberagaman yang ada. Johannes berharap masyarakat memberi kesempatan kepada putra-putra dari dua suku besar di Mimika, yakni Amungme dan Kamoro, apabila memiliki keinginan memimpin organisasi di daerahnya sendiri.
"Walaupun Mimika memiliki dinamika keberagaman, mari kita saling menghargai. Berikan kesempatan kepada pemuda Amungme dan Kamoro jika ada yang ingin memimpin di daerahnya sendiri," bebernya. Selama tiga hari pelaksanaan Rapimpurda dan Musda, peserta telah mengikuti sejumlah agenda organisasi, mulai dari pembahasan tata tertib, penyampaian pandangan organisasi kepemudaan, hingga tahapan pemilihan kepengurusan baru.
Bupati berharap seluruh proses berjalan damai, demokratis, dan menghasilkan keputusan yang dapat diterima seluruh peserta.
"Yang terpenting bukan siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana KNPI tetap menjadi rumah besar bagi seluruh pemuda Mimika. Mari kita jaga persaudaraan dan bersama-sama membangun daerah ini," pungkasnya.(isa)














