Lewati ke konten utama

Gubernur Meki : PPI Pomako Dikembangkan Jadi Pusat Pelelangan Ikan

Redaksi Fajar PapuaPenulis
10.27 WIT3 menit baca82 dibaca
Gubernur Provinsi Papua Tengah Meki Fritz Nawipa
Gubernur Provinsi Papua Tengah Meki Fritz NawipaFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com- Gubernur Provinsi Papua Tengah Meki Fritz Nawipa mengembangkan Pelabuhan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako yang ada di wilayah Distrik Mimika Timur Kabupaten Mimika untuk menjadi pusat pelelangan ikan sehingga bisa memberikan nilai ekonomis nelayan setempat..

Meki Fritz Nawipa di Timika, Selasa mengatakan potensi perikanan di wilayah Papua Tengah khususnya Kabupaten Mimika sangat besar ditandai dengan aktivitas pelabuhan di mana seluruh kapal ikan dari berbagai wilayah di Indonesia dengan ukuran mencapai 134 gross tonnage (GT) bahkan lebih masuk di Pelabuhan PPI Pomako.

"Hal ini menujukan Mimika telah berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas yang strategis di Indonesia Timur. Kami sedang bicara dengan Pemkab Mimika untuk bagaimana kami rapikan pelabuhan ini sehingga ke depan menjadi pusat pelelangan ikan,"kata Meki dalam arahan pada kegiatan ekspor perdana ikan bawal ke Malaysia di PPI Pomako.

Pada tahun 2025 produksi perikanan yang didaratkan di PPI Pomako tercatat mencapai 3,1 juta ton dengan nilai produksi sekitar Rp28,9 miliar.

"Angka tersebut bukan hanya data statistik , itu adalah gambaran nyata tentang potensi besar yang tuhan titipkan pada Papua Tengah,"ujarnya

Di wilayah Papua Tengah terdapat dua pelabuhan pendaratan ikan yakni Pelabuhan PPI Pomako di Mimika yang didukung dermaga sepanjang 120 meter dan juga kawasan pengembangan perikanan yang luas dan Pelabuhan PPI Waharia di Kabupaten Nabire yang luas mencapai kurang lebih 62 hektar.

"Semua ini menjadi pondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi maritim Papua Tengah.Kami juga akan bangun cold storage (gudang beku) dan PPI Nabire serta merapikan pembangunan PPI Pomako. Kami juga sudah berbicara dengan beberapa pengusaha ikan untuk bekerjasama dengan Pemda Provinsi dan Kabupaten agar hasil laut Papua Tengah dapat di kelola secara optimal"ujarnya.

Menyadari tinggi potensi perikanan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu sektor unggulan pembangunan daerah. Visi pembangunan Papua Tengah adalah mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, produktif, berbudaya dan sejahtera melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Dalam kerangka visi tersebut sektor kelautan dan perikanan memiliki peran yang sangat strategis, melalui pembangunan sektor perikanan pemerintah Papua Tengah menjalankan misi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan nelayan melalui penguatan ekonomi kerakyatan, memberdayakan orang asli Papua sebagai pelaku utama pembangun ekonomi.

Selanjutnya, mengembangkan hilirisasi dan nilai tambah produk perikanan, membuka akses pasar nasional dan internasional bagi hasil produksi daerah, membangun infrastruktur perikanan yang moderen dan terintegrasi dan menjaga keberlanjutan sumber daya laut demi generasi mendatang.

" Ekspor perdana yang dilakukan hari ini bukan tujuan akhir tetapi ini adalah langkah awal menuju cita cita besar, Kami ingin Papua Tengah menjadi pusat ekonomi biru Indonesia, hasil laut Papua Tengah diakui kualitasnya di berbagai negara ,nelayan papua tengah lebih sejahtera, semakin banyak Orang Asli Papua lebih sejahtera, menjadi eksportir hasil perikanan dan pelaku industri maritim yang tangguh," ujarnya. (Ant)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.